Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

May Day 2026, Amsakar Tekankan Keseimbangan Buruh-Pengusaha di Tengah Tekanan Ketenagakerjaan Batam
Oleh : Aldy
Jum\'at | 01-05-2026 | 11:48 WIB
0105_peringatan-may-day-2026-02.jpg Honda-Batam
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Dataran Engku Putri, Kota Batam, Jumat (1/5/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan kepentingan pekerja dan pengusaha guna mempertahankan stabilitas ekonomi daerah. Pernyataan itu disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Dataran Engku Putri, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan buruh dari SPSI Batam dan Kepulauan Riau tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Dalam pidatonya, Amsakar menyoroti penetapan Upah Minimum Kota (UMK) terbaru yang ia sebut sebagai salah satu keputusan paling kondusif dalam lebih dari satu dekade terakhir. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut lahir melalui proses dialog panjang antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

"Keputusan UMK yang ditetapkan kemarin menjadi salah satu yang paling kondusif selama 11 tahun saya memimpin Batam. Kita memilih jalan tengah yang mempertemukan kepentingan pekerja dan pengusaha," ujar Amsakar.

Meski demikian, ia mengakui bahwa keseimbangan tersebut bukan tanpa tantangan. Amsakar mengungkapkan bahwa pembahasan UMK kini mulai menyentuh komponen upah yang selama ini jarang dibicarakan, sebagai upaya memperluas rasa keadilan bagi pekerja.

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Dataran Engku Putri, Kota Batam, Jumat (1/5/2026). (Foto: Aldy)

Di sisi lain, ia memaparkan capaian ekonomi Batam yang menunjukkan tren positif. Realisasi investasi sepanjang tahun terakhir mencapai Rp 69,3 triliun atau 115,5 persen dari target. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.

"Batam mendapat apresiasi dari pemerintah pusat atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dan menekan tingkat pengangguran terbuka," katanya.

Namun, di balik capaian tersebut, tekanan di sektor ketenagakerjaan dinilai masih signifikan. Tingginya arus migrasi masuk menjadikan Batam sebagai salah satu dari lima besar daerah tujuan migrasi nasional, sejajar dengan kota-kota penyangga industri seperti Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.

Kondisi ini, menurut Amsakar, memperumit upaya menekan angka pengangguran, meskipun tingkat penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja dalam setahun mencapai 63,4 persen. "Pertumbuhan angkatan kerja terus meningkat. Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama," tegasnya.

Amsakar menekankan bahwa capaian pembangunan Batam tidak lepas dari kontribusi seluruh elemen, termasuk pekerja dan pelaku usaha. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kolaborasi agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah dinamika global dan lokal.

"Batam adalah rumah kita bersama. Kita yang menjaga, merawat, dan membangun kota ini agar semakin maju dan sejahtera," pungkasnya.

Editor: Gokli