Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah
Oleh : Saibansah
Kamis | 30-04-2026 | 21:08 WIB
Jamaah-Haji-Indonesia.jpg Honda-Batam
Jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang tiba di Makkah, Kamis (30/4/2026). (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah mulai berlangsung pada Kamis (30/4/2026). Sebanyak 753 jemaah dari gelombang pertama dilaporkan telah tiba pada siang hari waktu Arab Saudi, menandai dimulainya pergerakan jemaah dari Madinah menuju Tanah Haram.

Salah satu rombongan yang tiba terdiri dari 360 jemaah yang diangkut menggunakan 13 bus dan langsung menuju Al Asalah Al Bakkiya Hotel di kawasan Misfalah. Setibanya di lokasi, para jemaah tampak menunjukkan ekspresi bahagia dan haru setelah menempuh perjalanan dari Madinah.

Sebagai rombongan awal yang tiba di Mekkah, para jemaah juga mendapat sambutan dari petugas haji Indonesia serta pihak penyelenggara dari Arab Saudi.

Pada hari yang sama, total 12 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan tiba di Mekkah. Kloter tersebut berasal dari sejumlah embarkasi, antara lain Yogyakarta, Jakarta-Pondok Gede, Kualanamu, Palembang, Kertajati, Lombok, Solo, Batam, Makassar, serta Jakarta-Bekasi.

Secara keseluruhan, sebanyak 4.871 jemaah haji Indonesia direncanakan tiba di Mekkah sepanjang Kamis ini.

Sementara itu, hingga Rabu (29/4/2026), jumlah jemaah haji Indonesia yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi mencapai 54.604 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.343 jemaah sebelumnya telah berada di Madinah dan kini mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Mekkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.

Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam di Makkah

Selama di Makkah nanti, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan ratusan armada bus shalawat untuk melayani mobilitas jemaah haji selama berada di Makkah. Layanan ini dipastikan beroperasi selama 24 jam guna mendukung kelancaran rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ihsan Faisal, dalam konferensi pers di kantor Daker Makkah, Syisyah, Sabtu (25/4/2026). lalu

"Jemaah tidak usah khawatir, bus shalawat beroperasi 24 jam untuk melayani jemaah," ujar Ihsan.

Ihsan menjelaskan, akses transportasi bus selawat juga dirancang dekat dan mudah dijangkau oleh jemaah. Rata-rata jarak antara hotel dan halte bus shalawat kurang dari 100 meter, sehingga memudahkan jemaah menuju dan dari Masjidil Haram.

Penempatan halte dilakukan berbasis jumlah jemaah di setiap kawasan. Hotel berkapasitas besar maupun kantor sektor dijadikan titik utama, sementara hotel di sekitarnya diarahkan menggunakan halte terdekat.

"Total ada 74 halte bus selawat. Tidak ada yang jauh karena ini sangat menentukan kenyamanan jemaah," tuturnya.

Setiap halte melayani dua hingga tiga hotel, bahkan lebih, tergantung kepadatan jemaah. Ia menegaskan, jemaah tidak harus menuju kantor sektor untuk mengakses layanan transportasi.

"Yang penting ada halte terdekat, mereka bisa langsung berangkat dari situ," ujar pejabat Kemenhaj yang diamanahi sebagai kepala seksi layanan petugas haji ini.

Desain layanan juga memperhatikan kebutuhan jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Akses menuju halte dibuat ramah dengan jarak pendek serta jalur yang mudah dilalui.

Untuk mendukung mobilitas, bus shalawat beroperasi tanpa henti. Jemaah dapat berangkat kapan saja dari halte terdekat menuju Masjidil Haram.

"Jemaah tinggal keluar hotel, ke halte terdekat, lalu naik bus menuju Masjidil Haram. Kalau sudah ada bus bisa langsung naik, kalau belum ada, petugas akan mengarahkan," katanya.

Ihsan mengungkapkan, terminal kedatangan bus disesuaikan dengan wilayah akomodasi jemaah. Untuk kawasan Syisyah dan Raudhah, jemaah akan turun di Terminal Syib Amir. Jemaah dari wilayah Misfalah diarahkan ke Terminal Jiad, sementara jemaah di Aziziyah dan Jarwal menggunakan Terminal Jabal Ka'bah.

Editor: Dardani