Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cinta Sejati Roisa-Jauhari Menjaga Impian di Kota Nabi
Oleh : Redaksi
Kamis | 30-04-2026 | 20:28 WIB
Roisa-Jauhari1.jpg Honda-Batam
dr Rizki Yana yang setia mengontrol dan merawat kesehatan Jauhari (kiri) dan pasangan cinta sejati Jauhari-Roisa. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Di tengah gelombang jemaah haji Indonesia yang memadati Kota Nabi, ada cerita-cerita sunyi yang tak selalu terdengar dari balik lantunan doa. Kisah tentang usia senja, keterbatasan fisik, dan keteguhan hati menjemput panggilan suci ke Tanah Haram.

Musim haji 2026 diwarnai tingginya jumlah jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi. Bagi para petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 2026, ini bukan sekadar tugas pelayanan, melainkan juga pengabdian yang menuntut kesabaran dan empati tanpa jeda.

Di sebuah ruang perawatan intensif di Saudi German Hospital, dua hari lalu, seorang jemaah asal Brebes, Jauhari (81), sempat terbaring lemah. Kesadarannya menurun, ingatannya mengabur. Dalam kondisi itu, satu nama terus ia panggil, Roisa, istrinya.

Suara itu menjadi penghubung terakhir antara kesadaran dan kenangan.

Petugas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mendampingi segera mengambil langkah sederhana namun penuh makna: menghadirkan Roisa ke sisi suaminya. Perempuan 75 tahun itu datang dengan langkah kecil, namun membawa ketenangan besar.

Tak lama, perubahan pun tampak. Wajah Jauhari yang semula diliputi kebingungan perlahan melunak. Senyum tipis muncul saat matanya menemukan sosok yang dikenalnya seumur hidup.

Cinta, dalam bentuk paling sederhana, bekerja sebagai penyembuh.

Kini, Jauhari telah kembali ke hotel tempatnya menginap, Karam Almasi Hotel. Pagi itu, ia duduk tenang di kamar, baru saja dibantu mengenakan pakaian oleh petugas layanan lansia dan disabilitas. Di sampingnya, Roisa menggenggam tangan suaminya erat, seolah memastikan mereka tetap berjalan bersama hingga akhir perjalanan ini.

"Kulo pingin selamet bareng, kulo pingin kaji bareng kalih Bapak," ucap Roisa lirih.

Kalimat sederhana itu memuat harapan besar: menuntaskan ibadah, bersama.

Menurut dokter pendamping jemaah haji asal Brebes itu, dr Rizki Yana, kondisi Jauhari sempat mengarah pada gejala demensia. Namun setelah observasi lebih lanjut, gangguan yang dialaminya dinilai sebagai bentuk penyesuaian tubuh terhadap kondisi baru. Kini, kesehatannya berangsur stabil.

"Setelah dua hari dirawat, akhirnya pak Jauhari dipertemukan dengan ibu Roisa untuk pertama kali, alhamdulillah dampaknya positif dan bagus bagi kesehatannya," ujar dr Rizki Yana kepada Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani di Madinah.

Meski begitu, pengawasan tetap dilakukan ketat. Pada usia lanjut, batas antara kuat dan rapuh bisa berubah dalam hitungan waktu.

Meski telah berusia lanjut, pasangan cinta sejati itu masih terus saling menguatkan satu sama lain. Bahkan, Roisa masih kuat berjalan sendiri ke Masjid Nabawi untuk menunaikan sholat berjamaah lima waktu.

"Masih kuat pak, bahkan kami yang masih lebih mudah ini ditinggalkan di belakang," ujar seorang rekan sekamar Roisa.

Di kampung halamannya, Roisa masih rajin turun ke sawah. Masih kuat membawa pupuk dan menyiangi sawahnya sendiri. "Saya baru istirahat ke sawah sebelum berangkat haji," aku Roisa dengan senyum sumringah melihat suaminya telah dimandikan oleh Petugas Landis PPIH Arab Saudi 2026 di kamar hotelnya.

Editor: Dardani