Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pastikan Layanan Prima Transportasi, PPIH Siapkan 6.000 Bus
Oleh : Saibansah
Minggu | 26-04-2026 | 20:08 WIB
Petugas_BIs_Haji.jpg Honda-Batam
Armada bus yang disiapkan PPIH untuk melayani jemaah haji Indonesia 1447 H. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperkuat layanan transportasi bagi jamaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M. Sebanyak sekitar 6.000 armada bus disiapkan untuk menunjang mobilitas jamaah selama berada di Tanah Suci.

Armada yang digunakan merupakan bus dengan kondisi relatif baru, bersih, dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan, seperti toilet, serta port pengisian daya USB dan tipe C di setiap kursi.

Berdasarkan pantauan di Pool Bus Hijrah, Madinah, ribuan bus tampak tersusun rapi dengan standar kelayakan yang ketat. Seluruh kendaraan yang dioperasikan dibatasi usia maksimal lima tahun, bahkan sebagian di antaranya merupakan unit baru.

Untuk meningkatkan kenyamanan, kapasitas penumpang juga dibatasi. Dari total kapasitas sekitar 50 kursi pada bus tipe coach, setiap armada hanya diisi maksimal 42 jamaah. Kebijakan ini diharapkan memberi ruang gerak lebih luas selama perjalanan.

Bus-bus tersebut akan melayani berbagai kebutuhan transportasi jamaah, mulai dari penjemputan di bandara, perjalanan antar kota seperti Madinah-Mekkah, hingga layanan kepulangan ke Indonesia. Secara keseluruhan, terdapat enam rute utama yang dilayani.

Dalam penyediaan armada, PPIH bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi. Salah satunya adalah Rawahel Al Mashaer Co. yang menyiapkan ratusan unit bus di Madinah.

Direktur Operasional cabang Madinah perusahaan tersebut, Hilal Husein Attijani, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan layanan terbaik bagi jamaah Indonesia.

"Kami siap melayani dengan baik. Jamaah Indonesia dikenal tertib sehingga proses pemberangkatan berjalan lancar," ujarnya.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, mengatakan layanan transportasi ini telah dipersiapkan secara matang sebagai bagian dari peningkatan kualitas penyelenggaraan haji.

Selain armada utama, pihaknya juga menyiapkan layanan tambahan seperti air minum selama perjalanan, penjemputan, hingga transportasi untuk kegiatan ziarah.

Ia menambahkan, alur transportasi di Madinah relatif lebih sederhana karena jarak tempuh dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz menuju hotel hanya sekitar satu jam. Koordinasi dengan pihak bandara pun terus dilakukan untuk memastikan kelancaran penjemputan jamaah.

PPIH juga mengantisipasi kemungkinan jamaah tertinggal rombongan. Dalam kondisi tersebut, petugas akan menyiapkan kendaraan operasional atau minibus untuk mengantar jamaah menyusul kelompoknya.

Dengan peningkatan layanan transportasi ini, pemerintah berharap jamaah haji Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan tertib selama berada di Tanah Suci.

Editor: Dardani