Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kepercayaan Publik terhadap Polri Capai 79,2 Persen, Survei IDM Tunjukkan Tren Positif
Oleh : Irawan
Minggu | 26-04-2026 | 18:32 WIB
2604_Dir-Eksekutif-IDM-Dedi-Rohman.jpg Honda-Batam
Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri menunjukkan tren positif. Hal ini terungkap dalam hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) yang mencatat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 79,2 persen.

Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2026), menjelaskan, survei ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap peran Polri, khususnya dalam mendukung program-program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto, seperti ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam temuan survei, sebanyak 52,3 persen responden mengaku mengetahui keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan. Sementara 45,2 persen lainnya tidak mengetahui, dan 2,5 persen tidak memberikan jawaban.

Meski tingkat pengetahuan publik masih beragam, mayoritas responden memberikan penilaian positif. Sebanyak 78,7 persen mengapresiasi peran Polri dalam program ketahanan pangan dan menilai kinerjanya baik, termasuk dalam mendukung swasembada pangan. Adapun 17,4 persen responden menilai keterlibatan tersebut kurang tepat karena dianggap di luar tugas utama kepolisian, sementara 3,9 persen tidak menjawab.

Apresiasi yang lebih tinggi terlihat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 83,8 persen responden menilai positif keterlibatan Polri, terutama dalam pengawasan mutu pangan dan distribusi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebaliknya, 13,8 persen responden kurang mengapresiasi, dan 2,4 persen tidak menjawab.

Menurut Dedi, tingginya apresiasi ini juga sejalan dengan pengakuan internasional. Kunjungan delegasi Kedutaan Besar Prancis dan tim Badan Gizi Nasional (BGN) ke SPPG Polri Pejaten menjadi salah satu indikator. Selain itu, Rockefeller Foundation turut mengapresiasi inovasi Polri dalam membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang efisien dan aman.

Dari sisi keamanan, sebanyak 88,7 persen responden mengaku merasa aman berjalan di luar rumah pada malam hari. Temuan ini menunjukkan tingkat rasa aman masyarakat yang relatif baik.

Pada aspek pelayanan publik, 81,2 persen responden menyatakan puas terhadap layanan Polri, seperti pengurusan SIM, penerimaan laporan, hingga pengaturan lalu lintas saat liburan dan mudik. Sementara 16,6 persen belum puas, dan 2,2 persen tidak menjawab.

Dalam penegakan hukum, tingkat kepuasan mencapai 75,1 persen, mencakup penanganan kasus perjudian, perdagangan manusia, narkoba, hingga kejahatan ekonomi. Sebanyak 20,7 persen responden menyatakan tidak puas, dan 4,2 persen tidak menjawab.

Adapun dalam hal pengawasan internal, 76,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Polri dalam menindak anggotanya yang melanggar. Sebaliknya, 20,4 persen tidak puas, dan 2,9 persen tidak menjawab.

Dedi menambahkan, capaian kepercayaan publik sebesar 79,2 persen ini mencerminkan pemulihan citra Polri pascaperistiwa kerusuhan pada Agustus 2025 lalu. "Kepercayaan publik terhadap Polri terus menunjukkan tren membaik," ujarnya.

Hasil survei ini juga menunjukkan korelasi dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 80,7 persen. Polri dinilai berkontribusi dalam menyukseskan program ketahanan pangan, MBG, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketersediaan kebutuhan pokok.

Survei IDM menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.580 responden di 34 provinsi. Pengumpulan data dilakukan pada 7-20 April 2026 melalui wawancara tatap muka. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,47 persen.

Editor: Surya