Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gandeng BAZNAS Kepri, Lapas Narkotika Tanjungpinang Siap Bangun Pesantren dan Perangi Penyakit di Balik Jeruji
Oleh : Devi Handiani
Kamis | 23-04-2026 | 20:08 WIB
Lapas-Baznas.jpg Honda-Batam
Lapas Narkotika Tanjungpinang dan Baznas Kepri jalin kerjasama perkuat program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang menjalin kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepri untuk memperkuat program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (23/4/2026).

Kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan kerja dan audiensi yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap, bersama jajaran di Kantor BAZNAS Provinsi Kepri.

Rombongan Lapas disambut Ketua BAZNAS Kepri, Arusman Yusuf, didampingi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Suparwi, serta Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan, Nanang Rohendi.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah program strategis yang berfokus pada peningkatan pembinaan rohani dan kesehatan lingkungan bagi warga binaan.

Salah satu poin utama adalah rencana pendirian pondok pesantren di lingkungan Lapas Narkotika Tanjungpinang. Program ini diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan bagi WBP.

Selain itu, turut dibahas koordinasi teknis terkait penyusunan kurikulum pendidikan keagamaan yang akan disinkronkan dengan Kementerian Agama. Langkah ini bertujuan agar program pembinaan memiliki standar yang jelas dan diakui secara resmi.

BAZNAS Kepri menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan sarana dan prasarana pembinaan melalui mekanisme pengajuan resmi dari pihak Lapas. Dukungan juga diberikan dalam aspek kesehatan lingkungan, salah satunya melalui kegiatan fogging guna mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas.

Ketua BAZNAS Kepri, Arusman Yusuf, menegaskan komitmen lembaganya untuk ikut terlibat aktif dalam pembinaan WBP. 

"BAZNAS bukan hanya urusan zakat dan sedekah. Kami punya tanggung jawab sosial untuk ikut membina saudara-saudara kita di lapas. Untuk pesantren ini, kami siap bantu sarana prasarana dan tenaga pengajar. Termasuk fogging rutin, karena kesehatan WBP juga jadi perhatian kami," tegas Arusman.

Ia menambahkan, BAZNAS akan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan sesuai syariat agar pembinaan berjalan maksimal.

Sementara itu, Fauzi Harahap menyebut sinergi ini menjadi langkah penting mewujudkan transformasi pembinaan yang lebih humanis dan berbasis nilai keagamaan. 

"Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan," ujar Fauzi.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta lingkungan pembinaan yang lebih baik serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani masa pidana.

Editor: Yudha