Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga BBM Naik, Amsakar Siapkan Dialog Libatkan Pertamina dan Pelaku Logistik
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 21-04-2026 | 19:48 WIB
AMSAKAR1.jpg Honda-Batam
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad merespons kenaikan harga BBM jenis Pertamina Dex dan Dexlite yang memicu lonjakan biaya logistik dan berpotensi mendorong kenaikan harga bahan pokok.

Pemko Batam, kata Amsakar, segera menggelar dialog bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Pertamina untuk membahas dampak dan mencari solusi. “Kita akan buka dialog bersama Disperindag dan Pertamina terkait kenaikan BBM ini,” ujar Amsakar, Selasa (21/4/2026).

Dialog tersebut juga akan melibatkan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia agar pembahasan lebih komprehensif dan menghasilkan langkah konkret yang seimbang bagi pelaku usaha dan masyarakat.

"Kita ingin solusi yang adil, sehingga dunia usaha tetap berjalan dan masyarakat tidak terlalu terbebani," tutup Amsakar.

Terpisah, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam membuka ruang dialog dengan pemerintah guna mencari solusi atas kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) industri yang menekan sektor logistik di Kota Batam hingga berpotensi memicu gelombang penutupan usaha. ALFI menyikapi kondisi tersebut. termasuk usulan akses BBM subsidi bagi pelaku usaha logistik.

Ketua DPC ALFI Batam, Yasser Hadeka Daniel, mengatakan lonjakan harga BBM jenis Pertamina Dex dan Dexlite telah meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Harga Pertamina Dex naik dari sekitar Rp 14.800 menjadi Rp 24.000 per liter, sementara Dexlite melonjak dari Rp 14.500 menjadi Rp 24.150 per liter.

"Ini sangat membebani pelaku logistik. Kenaikannya hampir dua kali lipat," ujar Yasser, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, selama ini pelaku jasa pelayanan transportasi (JPT) masih menahan kenaikan tarif distribusi demi menjaga stabilitas harga barang di pasar. Berbagai langkah efisiensi telah dilakukan, seperti optimalisasi rute distribusi. Namun, lonjakan biaya saat ini membuat upaya tersebut tidak lagi mampu menutup beban operasional.

"Kami sudah berusaha tidak menaikkan tarif, tetapi dengan kondisi sekarang sudah tidak bisa dipertahankan," katanya.

Editor: Yudha