Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jemaah Haji Indonesia Disajikan Tempe Lima Kali Sepekan
Oleh : Saibansah
Selasa | 21-04-2026 | 21:08 WIB
Tempe_Haji.jpg Honda-Batam
Koki utama Katering Meez Marry, Abdurrahman menunjukkan ruang produksi tempe di Katering Meez Marry. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Hidangan khas Indonesia tetap menjadi fokus utama dalam layanan konsumsi bagi jemaah haji di Madinah. Salah satu menu yang paling diminati adalah tempe, yang pada musim haji tahun ini dijadwalkan hadir hingga lima kali dalam sepekan.

Koki utama Katering Meez Marry, Abdurrahman, mengatakan tingginya frekuensi penyajian tempe didasarkan pada permintaan jemaah yang terus meningkat. Menurut dia, tempe dan tahu menjadi menu yang paling sering dicari oleh jemaah Indonesia.

"Untuk menjaga kualitas dan ketersediaan, kami memproduksi tempe sendiri di dapur. Selain melayani jemaah haji, kami juga memenuhi kebutuhan jemaah umrah," ujar Abdurrahman.

Meski menu telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, variasi hidangan tetap menampilkan kekayaan kuliner Nusantara. Jemaah akan menikmati berbagai menu khas dari sejumlah daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa, hingga Sunda. Hidangan populer seperti rendang dan ayam woku turut disajikan.

Dalam menjaga keaslian cita rasa, pihak katering tidak hanya mengandalkan bumbu siap pakai. Abdurrahman menjelaskan, selain bumbu pasta yang disediakan pemerintah, dapur juga menggunakan rempah segar seperti serai, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, dan jahe yang didatangkan langsung dari Indonesia.

Sementara itu, penyediaan menu khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) mengalami perubahan kebijakan. Jika sebelumnya porsi menu lansia ditetapkan antara 10 hingga 20 persen, tahun ini penyajiannya disesuaikan berdasarkan permintaan. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan banyak menu khusus lansia yang tidak termanfaatkan.

Pada musim haji tahun ini, Katering Meez Marry mendapat kepercayaan untuk melayani sekitar 10.000 jemaah. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 14.000 jemaah, seiring kebijakan penyesuaian kuota layanan katering.

Dalam operasionalnya, dapur Meez Marry didukung oleh tenaga profesional yang memahami selera masakan Indonesia. Sebanyak 22 pekerja asal Indonesia menjadi tenaga inti, dibantu oleh pekerja pendukung dari Pakistan guna memastikan proses produksi dan distribusi makanan berjalan lancar.

Dengan penyajian menu yang beragam dan cita rasa yang dijaga, diharapkan jemaah haji Indonesia tetap dapat menikmati makanan yang sesuai dengan selera selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Editor: Dardani