Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Buka MTQ IV Kecamatan Selat Gelam, Bupati Karimun Paparkan Pengembangan Pulau Tulang Jadi Destinasi Wisata Unggulan
Oleh : Freddy
Minggu | 31-05-2026 | 13:08 WIB
310506_iskandarsyah-buka-mtw-selat-gelam.jpg Honda-Batam
Bupati Karimun, Iskandarsyah, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) IV Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun, Sabtu (30/5/2026) malam. (Foto: Freddy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Bupati Karimun, Iskandarsyah, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) IV Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun, Sabtu (30/5/2026) malam.

Dalam sambutannya, Iskandarsyah menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam serta membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.

"MTQ ini adalah identitas kita. Melalui MTQ, kita memperkuat syiar Islam, memperbaiki akhlak generasi muda, dan memastikan nilai-nilai Al-Qur'an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat," ujar Iskandarsyah.

Menurutnya, MTQ memiliki peran penting dalam menjaga jati diri masyarakat Melayu yang selama ini dikenal erat dengan nilai-nilai keislaman.

Pada kesempatan tersebut, Iskandarsyah juga memaparkan rencana besar Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mengembangkan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya serta nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Karimun.

"Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju dan berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri," tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar. Karena itu, semangat menjaga marwah Melayu sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.

Komitmen menjaga budaya Melayu, lanjutnya, tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa ibu hingga memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan Menteri Kebudayaan.

"Ini menunjukkan Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya," katanya.

Selain itu, Iskandarsyah menjelaskan arah pengembangan Pulau Tulang yang akan dijadikan salah satu kawasan strategis sektor pariwisata daerah. Menurutnya, pulau tersebut tidak hanya memiliki potensi wisata alam, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya Melayu yang kuat.

"Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun," ujarnya.

Ia menyebutkan, pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam perencanaan pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar akses menuju kawasan wisata yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.

"Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah," jelasnya.

Iskandarsyah optimistis pengembangan Pulau Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Selat Gelam sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

"Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap peradaban Melayu," tutupnya.

MTQ IV Kecamatan Selat Gelam tahun ini diikuti kafilah dari Desa Selat Gelam, Desa Parit dan Desa Tulang selaku tuan rumah. Selain menjadi ajang pencarian qari dan qariah terbaik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Melayu di Kabupaten Karimun.

Editor: Surya