Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PPIH Bandara Madinah Siap Sambut Kedatangan Perdana Jemaah Haji Indonesia
Oleh : Saibansah
Selasa | 21-04-2026 | 21:48 WIB
Petugas_Haji.jpg Honda-Batam
Tim Petugas PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Bandara saat melakukan pengecekan area Bandara Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Rabu (22/4/2026). (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara menyatakan kesiapan menyambut kedatangan perdana jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Rabu (22/4/2026).

Pada hari pertama kedatangan, sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi di Indonesia akan mendarat secara bertahap. Kloter pertama berasal dari Yogyakarta yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 06.15 waktu setempat, disusul jemaah dari Jakarta Pondok Gede pada pukul 06.50 dan kloter lainnya.

Tenaga Penghubung Antarinstansi Indonesia–Arab Saudi wilayah bandara, M. Yusuf Bahar, menjelaskan bahwa alur kedatangan jemaah berbeda sesuai layanan yang digunakan. Jemaah dari Yogyakarta akan melalui pintu kedatangan internasional, sedangkan jemaah Jakarta Pondok Gede menggunakan jalur cepat (fast track) karena proses keimigrasian telah diselesaikan di Tanah Air.

Menurut Yusuf, kegiatan orientasi lapangan yang dilakukan di bandara bertujuan memastikan seluruh petugas memahami alur layanan secara menyeluruh, mulai dari kedatangan hingga pemberangkatan jemaah ke hotel.

Ia menekankan pentingnya pemahaman titik-titik krusial layanan agar petugas dapat memberikan pelayanan optimal sejak jemaah tiba di bandara.

Dalam orientasi tersebut, petugas juga diperkenalkan pada skema layanan Makkah Route atau fast track yang saat ini melayani empat embarkasi, yakni Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar, guna mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi.

Selain itu, tim meninjau empat titik utama kedatangan di Bandara Madinah, yaitu area fast track, terminal internasional, Terminal Haji, serta area bawah Terminal Haji yang dikenal sebagai 'Zero'. Keempat titik tersebut memiliki alur layanan yang berbeda meski berada dalam satu kompleks.

Untuk mendukung kelancaran layanan, petugas dibagi ke dalam beberapa tim yang ditempatkan di masing-masing pintu kedatangan serta area penanganan bagasi. Setiap tim dilengkapi petugas penghubung antarinstansi guna mempermudah koordinasi.

Tahun ini, sistem penanganan bagasi juga mengalami perubahan. Seluruh koper jemaah, baik dari jalur fast track maupun reguler, akan dipusatkan di satu gedung khusus melalui area kargo sebelum didistribusikan ke hotel.

"Petugas akan memastikan seluruh bagasi sesuai dengan manifest penumpang sebelum dikirim ke pemondokan," ujar Yusuf.

Sementara itu, fasilitas ruang tunggu jemaah di bandara dinilai memadai, terutama di Terminal Haji yang dilengkapi paviliun dengan sarana ibadah, tempat duduk, pendingin udara, serta fasilitas pendukung lainnya.

Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh petugas memiliki kesiapan teknis dan mampu memberikan pelayanan yang optimal, sehingga proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah berlangsung lancar, aman, dan tertib sejak awal.

Editor: Dardani