Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga BBM Industri Melonjak, Apindo Batam Dorong Pemerintah Beri Insentif Cegah PHK
Oleh : Aldy
Senin | 20-04-2026 | 13:08 WIB

BATAMTODAY.COM, Batam - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex mendorong Apindo Batam meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas dunia usaha, termasuk melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menilai lonjakan harga BBM industri telah meningkatkan beban operasional pelaku usaha, mulai dari biaya produksi hingga distribusi barang. "Dampaknya langsung terasa ke industri yang menggunakan BBM nonsubsidi. Biaya logistik juga kemungkinan besar ikut naik," ujar Rafki, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan biaya sebelumnya sudah terjadi akibat kenaikan harga avtur. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh lonjakan harga BBM nonsubsidi, khususnya bagi sektor industri yang bergantung pada transportasi berbasis diesel.

Selain itu, pelaku usaha juga menghadapi kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan bahan baku global, seperti chip dan biji plastik, yang dipengaruhi dinamika geopolitik internasional.

Rafki menegaskan, dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga berpotensi merembet ke masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal ini disebabkan sebagian besar pasokan barang di Batam masih bergantung pada distribusi dari luar daerah.

"Kalau BBM naik, biaya angkut pasti ikut naik. Ini yang berpotensi mendorong kenaikan harga bahan pokok dan harus diantisipasi sejak awal," katanya.

Dalam kondisi tersebut, Apindo Batam mendorong pemerintah segera merumuskan kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan usaha dan melindungi tenaga kerja. "Kami berharap ada kebijakan yang membantu perusahaan agar tidak sampai melakukan efisiensi tenaga kerja atau PHK," tegas Rafki.

Meski tekanan biaya meningkat, Rafki memastikan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak langsung terhadap rencana investasi baru di Batam dalam waktu dekat. "Tidak ada hubungannya dengan rencana investasi," ujarnya.

Editor: Gokli