Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pelindo Resmikan Soft Launching NTAA di Batam, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Pelayaran Dunia
Oleh : Aldy
Selasa | 26-05-2026 | 12:08 WIB
Soft-Launching-NTAA.jpg Honda-Batam
Pelindo resmi melaksanakan soft operational launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau, Senin (25/5/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi melaksanakan soft operational launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau, Senin (25/5/2026). Langkah ini menjadi awal pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa.

Peluncuran tersebut merupakan tindak lanjut setelah Kementerian Perhubungan memberikan izin konsesi kepada Pelindo pada 6 Mei 2026 untuk penyediaan serta kegiatan pengusahaan kepelabuhanan di wilayah konsesi Perairan Nipa.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan pengoperasian NTAA menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Indonesia di jalur pelayaran internasional, khususnya kawasan Selat Malaka yang dikenal sebagai salah satu rute perdagangan laut tersibuk di dunia.

"Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran utama dunia yang memiliki posisi sangat strategis dalam perdagangan global. Dengan lokasi geografis yang dimiliki Indonesia, sudah seharusnya kita mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem layanan maritim internasional, tidak hanya menjadi negara lintasan, tetapi juga menjadi penyedia layanan maritim yang kompetitif dan bernilai tambah," ujar Achmad.

Selat Malaka diketahui menjadi jalur vital yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut China Selatan serta dilintasi ribuan kapal internasional setiap tahun. Kondisi tersebut menjadikan kawasan itu berkembang sebagai pusat berbagai aktivitas layanan maritim internasional, termasuk layanan alih muat antar kapal atau ship to ship transfer (STS).

Achmad menilai pengembangan layanan di Perairan Nipa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat eksistensi nasional dalam rantai perdagangan global sekaligus meningkatkan daya saing sektor maritim nasional. "Pengembangan NTAA bukan sekadar pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik dan perdagangan internasional. Kami berharap keberadaan layanan ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas maritim nasional," katanya.

Dalam operasionalnya, NTAA akan melayani berbagai aktivitas kepelabuhanan, mulai dari layanan ship to ship transfer (STS), pelayanan kapal, hingga floating storage. Pelindo juga menyiapkan dukungan operasional sesuai standar keselamatan dan pelayanan internasional.

Pada kesempatan itu, Achmad turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pengembangan NTAA hingga tahap soft launching.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah serta seluruh stakeholder terkait. Ke depan, kami juga memohon dukungan dan kolaborasi seluruh pihak agar pengoperasian NTAA dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi penguatan sektor maritim nasional," tutupnya.

Editor: Gokli