Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi MR untuk Nakes, Antisipasi Lonjakan Kasus Campak
Oleh : Redaksi
Kamis | 09-04-2026 | 13:08 WIB
vaksin-campak1.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L Rizka Andalusia, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) setelah BPOM menerbitkan izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L Rizka Andalusia, mengatakan kebijakan ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang memiliki risiko tinggi tertular.

"Dengan adanya kejadian luar biasa (KLB), potensi penularan kepada kelompok berisiko tinggi, termasuk tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien, menjadi sangat besar," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, sasaran prioritas mencakup 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi. Selain itu, vaksinasi juga menyasar 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang tengah menjalani program internship di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, kebutuhan vaksin untuk kelompok dewasa prioritas diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis.

Rizka memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, stok nasional vaksin MR tercatat sebanyak 9,8 juta dosis, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 5,5 bulan ke depan. "Kami menjaga distribusi vaksin agar merata dan tidak berlebihan. Melalui sistem SMILE pada platform Satu Sehat Logistik, kami dapat memantau ketersediaan vaksin secara real-time hingga ke tingkat puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa izin perluasan indikasi telah diberikan untuk vaksin MR, MMR, dan vaksin campak tunggal yang diproduksi oleh sejumlah perusahaan farmasi global. "Persetujuan ini merupakan hasil kajian ilmiah yang ketat dan menjadi bentuk komitmen BPOM dalam memastikan keamanan dan khasiat setiap intervensi kesehatan," ujarnya.

Di akhir keterangannya, Rizka mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk melengkapi imunisasi dasar anak sesuai jadwal tanpa menunggu terjadinya wabah.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap upaya pencegahan dan pengendalian campak dapat berjalan lebih efektif, sekaligus melindungi kelompok rentan di tengah potensi peningkatan kasus.

Editor: Gokli