Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

39 Warga Tanjungpinang Positif Terjangkit Malaria
Oleh : Devi Handiani
Sabtu | 25-04-2026 | 16:48 WIB
Waspada-Malaria.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Setelah 12 tahun menyandang status bebas malaria, Tanjungpinang kembali dikejutkan dengan kemunculan 39 kasus malaria di dua wilayah sekaligus. Hujan deras beberapa hari terakhir dituding jadi pemicunya.

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes Dalduk dan KB) Tanjungpinang membenarkan temuan tersebut. Sejak 2014, Kota Gurindam memang sudah dinyatakan bebas malaria. Namun kini, nyamuk Anopheles kembali unjuk gigi.

"Kasus malaria biasanya terjadi karena relaps atau impor. Ketika ada kasus tersebut dan kebetulan terdapat nyamuk perantaranya, maka penularan bisa terjadi ke penduduk lain," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Dalduk dan KB Tanjungpinang, Rustam, Sabtu (25/4/2026).

Kepala Puskesmas Kampung Bugis, dr. Raja Lisa Riantuti, merinci hingga Kamis (24/4/2026) tercatat 39 warga positif malaria. 

"Total ada 39 kasus, terdiri dari 4 kasus di Kampung Bugis dan 35 kasus di Senggarang," kata dr. Lisa.

Menurut Rustam, dua wilayah itu memang rawan. Banyak laguna dan rawa-rawa yang jadi 'rumah' favorit nyamuk Anopheles berkembang biak. Kondisi diperparah dengan aktivitas penimbunan lahan untuk pembangunan jalan. 

"Setiap aktivitas pembangunan atau intervensi lahan seharusnya disertai kajian lingkungan, termasuk dampak terhadap kesehatan. Karena intervensi sudah terjadi, maka langkah yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampaknya," tegas Rustam.

Tidak mau kecolongan, mulai Minggu pagi besok tim gabungan Dinkes, kelurahan, serta RT/RW akan turun ke laguna-laguna di Senggarang dan Kampung Bugis untuk pengendalian jentik alias anti larva.

"InsyaAllah besok pagi kami bersama perangkat kelurahan dan RT/RW akan melakukan tindakan anti larva di laguna yang ada," lanjut Rustam.

Langkah kedua, Dinkes akan menggelar mass blood survey atau pemeriksaan darah massal pada Senin dan Selasa, 27–28 April 2026. Tim Labkesda dikerahkan untuk menjaring warga yang terinfeksi, baik yang sudah bergejala maupun yang belum.

"Mass blood survey akan dilakukan pada Senin dan Selasa, 27-28 April, dengan melibatkan tim laboratorium kesehatan daerah," tambahnya.

Dinkes mengimbau warga Tanjungpinang, terutama di Senggarang dan Kampung Bugis, untuk waspada. Gunakan kelambu saat tidur, pasang kawat nyamuk, pakai lotion anti nyamuk, dan segera ke puskesmas jika demam disertai menggigil. 

Langkah cepat ini diharapkan memutus rantai penularan sebelum malaria kembali jadi endemi di Tanjungpinang.

Editor: Yudha