Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bahaya Kental Manis bagi Balita Saat Lebaran, Orang Tua Diminta Waspadai Asupan Gula
Oleh : Redaksi
Senin | 16-03-2026 | 15:08 WIB
kental-manis6.jpg Honda-Batam
Para orang tua perlu mewaspadai penggunaan kental manis yang sering dijadikan campuran atau topping pada berbagai hidangan Lebaran. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Hidangan manis seperti es buah dan puding kerap menjadi sajian favorit saat perayaan Idulfitri. Namun, di balik kelezatan tersebut, para orang tua perlu mewaspadai penggunaan kental manis yang sering dijadikan campuran atau topping pada berbagai hidangan Lebaran.

Banyak masyarakat masih menganggap kental manis sebagai produk susu yang bergizi bagi anak. Padahal, produk ini sebenarnya bukan susu dan lebih didominasi oleh kandungan gula serta lemak, dengan kadar protein yang sangat rendah. Konsumsi berlebihan, terutama pada balita, dapat memicu berbagai risiko kesehatan.

Kandungan gula pada kental manis bahkan dapat mencapai sekitar 50 persen. Jika dikonsumsi secara bebas, anak dapat mengalami lonjakan energi atau sugar rush yang membuat mereka menjadi hiperaktif, sulit tenang, hingga mengalami gangguan tidur setelah menghadiri acara silaturahmi.

Selain itu, tekstur kental manis yang lengket mudah menempel pada gigi balita. Apabila tidak segera dibersihkan, gula tersebut akan diolah oleh bakteri menjadi asam yang berpotensi merusak lapisan email gigi.

"Memberikan kental manis sebagai minuman atau topping berlebihan pada makanan anak sama saja seperti memberikan 'bom gula' cair yang dapat membebani metabolisme mereka,” demikian peringatan yang sering disampaikan para pemerhati kesehatan anak.

Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah tingginya kalori dari gula. Kalori ini dapat membuat anak merasa cepat kenyang, sehingga saat kembali ke rumah mereka menolak makan makanan bergizi karena perut sudah terisi oleh kalori kosong.

Risiko tersebut bisa semakin besar ketika kental manis dikonsumsi bersamaan dengan kue-kue Lebaran. Banyak kue kering menggunakan kental manis sebagai perekat adonan atau isi cokelat. Jika ditambah konsumsi minuman manis, asupan gula anak dapat dengan mudah melampaui batas harian yang dianjurkan.

Batas maksimal gula tambahan bagi anak diketahui sekitar 25 gram atau setara enam sendok teh per hari. Sementara itu, satu sendok makan kental manis saja dapat mengandung sekitar 10 hingga 15 gram gula.

Karena itu, orang tua disarankan lebih tegas dalam mengatur konsumsi gula anak saat berkunjung ke rumah kerabat. Jika tuan rumah menawarkan minuman berbahan kental manis, orang tua dapat menolak secara sopan dengan menjelaskan bahwa asupan gula anak sedang dibatasi dan lebih memilih air putih.

Apabila anak terlanjur mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat manis, langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah segera memberikan air putih. Air putih membantu membilas sisa gula pada gigi sekaligus mengurangi kadar gula dalam tubuh agar tidak memicu lonjakan energi berlebihan.

Momen Lebaran memang identik dengan hidangan lezat. Namun, para orang tua diingatkan untuk tetap bijak memilih makanan bagi anak agar kebahagiaan hari raya tidak disertai risiko kesehatan jangka panjang.

Editor: Gokli