Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RSBP Batam Targetkan Jadi Rujukan Regional Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Anak dan Dewasa
Oleh : Redaksi/Alex
Jum\'at | 13-02-2026 | 10:28 WIB
dokter-tamu.jpg Honda-Batam
RSBP Batam bersama dengan dokter tamu, usai melaksanakan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PJB) pada pasien anak dan dewasa secara perdana pada 2026. (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menorehkan langkah strategis dalam pengembangan layanan kesehatan di Kepulauan Riau dengan melaksanakan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PJB) pada pasien anak dan dewasa secara perdana pada 2026. Tindakan dilakukan menggunakan metode noninvasif tanpa bedah terbuka melalui pendampingan tim dokter tamu dalam program proctorship.

Sebanyak enam pasien dewasa menjalani tindakan intervensi yang dikerjakan bersama tim dokter tamu dan tenaga medis RSBP Batam. Seluruh pasien telah melewati proses skrining medis ketat serta penanganan sesuai standar keselamatan pasien. Langkah ini menjadi upaya awal memperluas akses layanan PJB di daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap pusat rujukan nasional.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSBP Batam, Muhammad Yanto, menjelaskan bahwa layanan intervensi yang kini tersedia memiliki perbedaan mendasar dibanding layanan sebelumnya di wilayah tersebut. "Selama ini penanganan kelainan jantung bawaan pada anak sudah ada di rumah sakit swasta oleh dokter spesialis anak konsultan jantung. Namun di RSBP Batam tindakan dilakukan oleh dokter spesialis jantung konsultan penyakit jantung bawaan yang mampu menangani pasien anak hingga dewasa secara noninvasif, dan ini merupakan yang pertama di Kepulauan Riau," ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Salah satu dokter tamu, Radityo Prakoso, menyoroti tingginya beban layanan PJB di pusat rujukan nasional. Ia menyebutkan, di Jakarta saja terdapat ribuan bayi yang masih mengantre tindakan karena keterbatasan kapasitas layanan.

"Tidak semua pasien dapat tertangani secara optimal, bahkan sebagian meninggal sebelum mendapatkan jadwal tindakan. Kehadiran layanan di daerah seperti RSBP Batam menjadi alternatif penting," katanya.

Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Kardiologi, Afdalun Hakim, menambahkan bahwa angka kejadian PJB di Indonesia berkisar 8-10 kasus per 1.000 kelahiran hidup, sementara jumlah dokter dan fasilitas yang mampu menangani kasus tersebut masih terbatas. Menurutnya, penguatan layanan di rumah sakit daerah menjadi kebutuhan mendesak agar penanganan lebih merata.

Selain tindakan medis, kegiatan proctorship juga menitikberatkan pada transfer pengetahuan kepada dokter dan tenaga kesehatan internal agar layanan dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan. Dukungan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, turut memperkuat perencanaan hingga pelaksanaan program.

Melalui komitmen terhadap nilai PRIMA --Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat-- RSBP Batam berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses kesehatan masyarakat. Dengan pelaksanaan tindakan perdana ini, RSBP Batam diharapkan menjadi rujukan regional dalam penanganan penyakit jantung bawaan anak dan dewasa serta berkontribusi menurunkan risiko keterlambatan penanganan di Kepulauan Riau.

Editor: Gokli