Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Edukasi Gizi Korban Banjir Agam, Aisyiyah Ajarkan Cara Menyeduh Susu yang Benar untuk Balita
Oleh : Redaksi
Senin | 08-06-2026 | 10:28 WIB
seduh-susu.jpg Honda-Batam
Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah memberikan edukasi gizi kepada para ibu korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Agam - Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah memberikan edukasi gizi kepada para ibu korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kegiatan ini difokuskan pada pemenuhan nutrisi balita, termasuk tata cara menyeduh susu pertumbuhan yang benar agar kandungan gizinya tetap terjaga.

Edukasi tersebut dilakukan oleh kader Aisyiyah setempat bersama pimpinan wilayah dan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah di kawasan hunian sementara (huntara) Salareh Aia. Para peserta yang mayoritas merupakan ibu dengan anak balita mendapatkan penjelasan sekaligus demonstrasi langsung mengenai penyajian susu yang tepat.

Dalam sesi tersebut, kader Aisyiyah menjelaskan bahwa kesalahan dalam proses penyeduhan, seperti penggunaan suhu air yang tidak sesuai, urutan pencampuran yang keliru, hingga kurangnya perhatian terhadap kebersihan, dapat mengurangi kualitas nutrisi yang terkandung dalam susu.

Selain praktik penyeduhan susu, para ibu juga diajak berdiskusi mengenai pola pemberian makanan dan minuman bagi anak, khususnya selama masa pemulihan pascabencana.

Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, mengatakan edukasi gizi menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan pada anak setelah bencana.

Menurutnya, saat masa tanggap darurat banyak bantuan makanan instan yang diterima masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pola konsumsi keluarga apabila tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai gizi yang tepat.

"Berdasarkan dialog dengan para ibu korban bencana, masih ditemukan anggapan bahwa susu kental manis merupakan susu yang dapat dikonsumsi anak setiap hari. Padahal produk tersebut bukan susu dan tidak dapat menggantikan kebutuhan gizi anak," ujarnya, dalam siaran pers, Senin (8/6/2026).

Majelis Kesehatan PP Aisyiyah bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) menilai masa transisi pascabencana menjadi periode krusial untuk menjaga kualitas asupan gizi anak.

Chairunnisa menegaskan, kebiasaan mengonsumsi makanan instan dan produk tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi pada anak. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memicu stunting, terutama pada anak usia di bawah dua tahun.

Sebagai bagian dari edukasi, para kader juga mengingatkan pentingnya menggunakan air hangat bersuhu sesuai anjuran saat menyeduh susu, menjaga kebersihan wadah minum anak, serta mengikuti takaran yang tercantum pada kemasan produk.

Melalui kegiatan tersebut, PP Aisyiyah berharap para ibu korban banjir dapat lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita sehingga tumbuh kembang anak tetap optimal dan terhindar dari risiko gizi buruk maupun stunting selama masa pemulihan pascabencana.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: