Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Oknum Guru SMKN 1 Batam Diduga Lecehkan Siswa, Polisi Periksa 3 Saksi
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 09-02-2026 | 17:48 WIB
Ilustrasi-cabul11.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Oknum guru agama di SMK Negeri 1 Kota Batam inisial MJ (33) diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswa dengan alasan memberikan hukuman karena korban terlambat masuk kelas.

Kasus dugaan pencabulan ini kini tengah ditangani Polsek Batu Aji. Peristiwa tersebut terjadi pada 6 Januari 2026.

Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan sekolah tersebut.

"Iya benar, korban sudah membuat laporan ke Polsek. Laporan dibuat oleh orang tua korban pada tanggal 6 Januari 2026," kata Kapolsek saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Kapolsek menjelaskan, saat ini pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi terkait kasus tersebut. Namun, status terlapor yang merupakan oknum guru masih sebagai saksi.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Status oknum guru tersebut masih saksi," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Kapolsek, terlapor diketahui merupakan guru agama berusia 33 tahun. Dugaan pelecehan tersebut dilakukan di ruang guru dan menimpa seorang siswa kelas X SMK Negeri 1 Batam.

"Saat ini korban masih satu orang, siswa kelas 10. Korban laki-laki dan pelaku (guru agama) juga laki-laki," terang Kapolsek.

Dijelaskan, motif dugaan pelecehan ini berawal saat korban terlambat masuk kelas. Terlapor kemudian memberikan hukuman dengan meminta korban tidak langsung pulang setelah jam pelajaran berakhir.

"Pelaku meminta korban tetap tinggal. Pelaku mengatakan, 'Setelah ini kamu ke ruangan saya,' dengan alasan memberikan hukuman. Barulah di dalam ruangan guru tersebut, M diduga melakukan tindakan pelecehan dengan menyuruh korban memegang alat kelamin oknum guru tersebut," kata Bayu.

Hingga saat ini, polisi baru menerima satu laporan korban dan masih mendalami kemungkinan adanya korban lain. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara jelas peristiwa tersebut.

"Nanti kalau ada perkembangan penyelidikan, kami kabari," tutup Kapolsek.

Editor: Yudha