Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

FSP LEM SPSI Batam Gelar Muscab V, Dorong Solidaritas Hadapi Transformasi Industri
Oleh : Aldy
Selasa | 03-02-2026 | 14:08 WIB
Muscab-V.jpg Honda-Batam
DPC FSP LEM SPSI Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V, Selasa (3/2/2026), di AP Premier Hotel, Batu Ampar, Batam. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V, Selasa (3/2/2026), di AP Premier Hotel, Batu Ampar, Batam.

Muscab V mengangkat tema "Memperkuat Persatuan dan Solidaritas untuk Meningkatkan Kerja Organisasi dalam Menghadapi Transformasi Industri." Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LEM SPSI, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP LEM SPSI Provinsi Kepulauan Riau Saiful Badri Sofyan beserta jajaran, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, serta para Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSP LEM SPSI se-Kota Batam.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepulauan Riau, Saiful Badri Sofyan, menekankan pentingnya memilih pemimpin organisasi yang bekerja untuk kepentingan bersama, bukan demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. "Organisasi harus dikelola dengan baik dan dilandasi keikhlasan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Organisasi ini tidak hanya membentuk struktur, tetapi juga membentuk pribadi kita," ujar Saiful.

Menurutnya, melalui organisasi serikat pekerja, anggota belajar membangun komunikasi dengan pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Oleh karena itu, kontribusi yang diberikan secara tulus akan berbanding lurus dengan manfaat yang diterima. "Jika kita berkontribusi dengan ikhlas, organisasi juga akan memberikan kontribusi kembali kepada kita," katanya.

Saiful juga mengingatkan agar tidak terjadi perpecahan internal akibat kepentingan pengurus. Ia menegaskan bahwa persatuan, kekompakan, serta penghormatan terhadap kepemimpinan merupakan kunci agar organisasi memiliki marwah dan diperhitungkan oleh pihak eksternal.

Ia menjelaskan bahwa Muscab merupakan forum pertanggungjawaban pengurus untuk mengevaluasi kinerja selama lima tahun terakhir, sekaligus menyusun program kerja lima tahun ke depan serta memilih ketua baru. "Kita membutuhkan pemimpin yang kuat dalam koordinasi dan komunikasi, serta memiliki pengalaman organisasi agar mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan," tegasnya.

Saiful menambahkan bahwa SPSI merupakan organisasi independen yang harus dijaga dari kepentingan luar. Menurutnya, masuknya intervensi eksternal kerap menjadi pemicu rusaknya soliditas organisasi.

"SPSI tidak boleh menjadi organisasi yang hanya mengedepankan proposal. Kita memiliki basis anggota yang besar dan posisi strategis dalam forum tripartit pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan DPP LEM SPSI, Andi, menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai dengan kemampuan organisasi serta kondisi industri saat ini. "Tantangan industri ke depan sangat berat, mulai dari pengurangan tenaga kerja hingga penurunan jumlah anggota serikat. Program kerja harus membumi, tidak terlalu idealistis, dan bisa dijalankan serta dievaluasi," ujar Andi.

Ia juga mengajak serikat pekerja untuk tetap menempatkan diri sebagai mitra strategis pengusaha demi menjaga keberlangsungan industri. "Tanpa industri yang sehat, pekerja dan serikat pekerja juga akan ikut terancam," katanya.

Ketua Panitia Muscab V, Dedi Iswandi, menjelaskan bahwa rangkaian Muscab telah diawali dengan kegiatan pra-Muscab yang dilaksanakan sekitar satu bulan sebelumnya. Pada tahap tersebut, panitia telah menyosialisasikan mekanisme pemilihan, hak suara, serta proses penjaringan bakal calon ketua.

"Seluruh tahapan Muscab dilaksanakan sesuai dengan AD/ART organisasi, dimulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus hingga proses pemilihan," jelas Dedi.

Ia menyebutkan bahwa Muscab V diikuti oleh sekitar 113 peserta yang berasal dari 27 PUK se-Kota Batam. Dedi berharap Muscab ini dapat menghasilkan kepengurusan yang profesional dan mampu mengayomi seluruh PUK.

"Muscab ini tidak hanya tentang memilih ketua, tetapi juga menjadi momentum regenerasi organisasi, melahirkan kader-kader baru, serta meningkatkan peran perempuan dalam struktur organisasi ke depan," pungkasnya.

Editor: Gokli