Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenhaj RI Beri Laluan Wartawan Indonesia Jadi Petugas Haji
Oleh : Saibansah Dardani
Senin | 02-02-2026 | 20:00 WIB
Wartawan-Petugas-Haji1.jpg Honda-Batam
Para wartawan anggota MCH PPIH 2026 usai mengikuti sesi materi Tusi (Tugas dan Fungsi) MCH di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. (Foto: MCH PPIH 2026)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - 2026, menjadi tahun pertama bagi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengelola pergerakan 201 ribu jemaah haji Indonesia ke tanah suci Mekkah Arab Saudi. Ada berkah bagi wartawan di seluruh Indonesia dari pelaksanaan ibadah haji oleh Kemenhaj RI. Apakah itu? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani.

Tahun ini, seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji diselenggarakan oleh Kemenhaj RI. Termasuk, proses seleksi pendaftaran para calon petugas PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi tingkat daerah dan pusat untuk musim haji 1447 H/2026 M.

Seleksi daerah dimulai dari pengumuman pada 20 November 2025, sampai dengan pengumuman hasil CAT (Computer Assisted Test) pada 5 Desember 2025. Lalu, akhirnya berujung pada seleksi petugas PPIH Arab Saudi tingkat pusat yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis, 18 Desember 2025.

Berkah itu adalah, kebijakan Kemenhaj RI yang memberi laluan bagi para wartawan di seluruh Indonesia untuk ikut seleksi menjadi wartawan peliput kegiatan ibadah haji. Yaitu, Media Center Haji (MCH) PPIH 2026. Tentu saja, dengan sejumlah persyaratan yang tidak mudah. Di antaranya adalah rekomendasi dan sertifikat kompetensi wartawan dari Dewan Pers.

Sebagai Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kepri (Kepulauan Riau), alhamdulillah, saya mengantongi rekomendasi dari Ketua Umum dan Sekjen PWI Pusat, Akhmad Munir dan Zulmansyah Sekedang. Lalu, rekomendasi dari Pemimpin Umum BATAMTODAY.COM, Frans Nainggolan dan rekomendasi dari Pemimpin Perusahaan J5NEWSROOM.COM, Adil Abdul Hakim.

Peluang tersebut ternyata dimanfaatkan oleh para wartawan dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Makassar, Bandung, Malang, Surabaya, Semarang, Banten hingga Batam Provinsi Kepri. Tentu saja, para wartawan dari Ibukota Jakarta.

Mereka mencoba keberuntungan menjadi petugas haji dengan mengikuti seleksi bersama dengan 5.221 orang dari seluruh Indonesia. Tidak semuanya ingin jadi petugas MCH, ada juga yang ikut seleksi layanan lansia dan disabilitas, layanan akomodasi, transportasi dan perlindungan jamaah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah sekaligus Ketua Panitia Seleksi PPIH, Puji Raharjo mengungkapkan, total pendaftar mencapai 11.349 orang. "Yang mendaftar melalui aplikasi sebanyak 11.349 orang. Seingat saya, ini jumlah terbanyak, rekor," ujar Puji dalam laporannya.

Rekor banyaknya peserta ini suatu bukti bahwa kepercayaan masyarakat, umat, kepada Kemenhaj RI itu semakin meningkat. Tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat itu, tetapi yang lebih tidak mudah lagi adalah menjaga kepercayaan masyarakat.

Setelah melewati proses tes CAT (Computer Assisted Test) atau metode seleksi berbasis komputer yang digunakan untuk mengukur kompetensi peserta secara cepat, transparan, dan objektif. Lalu dilanjutkan dengan tes wawancara, akhirnya, beberapa wartawan dari daerah dinyatakan lulus tes. Salah satunya adalah Pemimpin Redaksi J5NEWSROOM.COM, Saibansah Dardani.

Selain memberi laluan bagi wartawan daerah, Kemenhaj RI juga memberi kesempatan bagi para wartawan dari media komunitas. Di antaranya adalah media dari komunitas Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan LDII.

Ini bukti, bahwa Kemenhaj RI membuka kesempatan yang sama bagi para wartawan di seluruh Indonesia untuk bersaing dalam seleksi menjadi petugas haji di Arab Saudi. Apa sih MCH itu?

MCH singkatan Media Center Haji, yaitu pusat kegiatan peliputan, informasi, dan publikasi tentang kegiatan penyelenggaraan ibadah haji, baik di Arab Saudi maupun tanah air. MCH ada di PPIH Pusat, embarkasi, dan Arab Saudi.

Para wartawan yang telah lulus menjadi petugas MCH berkewajiban untuk melakukan liputan dan pemberitaan terhadap seluruh rangkaian tahapan penyelenggaraan ibadah haji. Dari mulai pra keberangkatan, operasional kegiatan, sampai dengan pasca pelaksanaan seluruh rangkaian ibadah haji.

Kemudian, melakukan liputan sesuai dengan penempatan tugasnya di tiga daerah kerja (Daker). Yaitu, Daker Madinah, Daker Bandara dan Daker Makkah. Kemudian, anggota MCH wajib berbagi data dan informasi kepada sesama anggota MCH melalui media yang telah ditetapkan oleh Kemenhaj RI, agar berita tentang penyelenggaraan ibadah haji dapat dimuat secara masif di berbagai media dan platform.

Di luar tusi tersebut, yang terpenting adalah para petugas MCH diwajibkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah haji Indonesia. Itulah makanya, pada saat puncak pelaksanaan ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) para petugas MCH juga ditempatkan di tiga lokasi tersebut.

Pembagiannya adalah petugas MCH Daker Bandara akan ditempatkan di Arafah dan bergerak pada tanggal 7 Dzulhijjah. Kemudian, pada puncak haji 9 Dzulhijjah seluruh petugas haji yang belum pernah berhaji akan wukuf bersama di Arafah. Agar mereka juga dapat melaksanakan rangkaiah wajib ibadah haji.

Seusai wukuf di Arafah, para petugas MCH Daker Madinah akan digeser ke Mina, dan petugas MCH Mekkah akan ditempatkan di Muzdalifah. Semuanya bergerak bersama-sama sebelum para jemahaah haji Indonesia bergeser dari Arafah. Ini dimaksudkan agar para petugas haji dapat mempersiapkan segala keperluan para jemaah haji sebelum sampai di Muzdalifah dan Mina.

"Alhamdulillah, tahun ini Gus Menhaj RI mengizinkan para petugas haji yang belum pernah berhaji untuk wukuf di Arafah, itu artinya mereka akan mendapat bonus besar berupa kesempatan menunaikan rukun Islam kelima itu, bahkan kain ihramnya pun telah dibagikan," ungkap Saibansah Dardani yang akrab disapa Cak Iban itu.

Sekedar mengingatkan, saat membuka secara resmi seleksi calon petugas haji, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Muchammad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan itu berpesan, agar melaksanakan tes ini secara jernih dan transparan.

"Saya minta semua proses seleksi dilakukan secara bersih, tidak boleh ada permainan, baik oleh panitia maupun oleh peserta. Tahun ini, peserta yang mendaftar lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rekor," ujar Gus Irfan.

Gus Irfan dengan nada suaranya yang teduh, memberikan tausiah kepada para calon petugas PPIH Arab Saudi. Bahwa menjadi petugas haji itu bukanlah pekerjaan mudah, harus dijalankan dengan tulus dan ikhlas. Tugas utamanya adalah menjadi petugas pelayan haji. Kalau pun nanti para petugas haji ini dapat menjalankan ibadah haji, itu adalah bonus saja, bukan tujuan utama.

Jadi, jika sebagai petugas haji nanti menghadapi situasi pilihan, apakah akan menjalankan ritual ibadah haji atau menolong jamaah haji yang kondisinya membutuhkan bantuan, dengan konsekwensi harus meninggalkan seluruh rangkaian ritual haji.

Maka, sebagai petugas haji, tentulah saudara-saudara harus memilih untuk menolong jamaah haji tersebut. InsyaAllah malaikat akan mencatat amal kita itu juga sebagai pahala ibadah haji.

Editor: Dardani