Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Target Eliminasi Kanker Serviks 2030, Kemenkes Perkuat Kebijakan dan Skrining Terintegrasi
Oleh : Redaksi
Senin | 02-02-2026 | 10:08 WIB
wamen-dante.jpg Honda-Batam
Diseminasi Hasil Studi Implementasi untuk Mendukung Program ILP; Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim dengan DNA HPV di Provinsi Jawa Timur. (Foto: Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya untuk mencapai eliminasi kanker leher rahim pada 2030 melalui penguatan kebijakan nasional serta layanan skrining yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, dalam kegiatan Diseminasi Hasil Studi Implementasi untuk Mendukung Program ILP; Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim dengan DNA HPV di Provinsi Jawa Timur.

Wamenkes menekankan bahwa upaya menuju Indonesia bebas kanker serviks tidak hanya menjadi target sektor kesehatan, tetapi juga bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi perempuan dan menjamin keberlanjutan generasi bangsa.

"Kanker leher rahim masih menempati posisi kedua kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia. Sekitar 70 persen kasus baru ditemukan pada stadium lanjut, dan hampir 50 persen penderitanya meninggal dunia. Di balik data tersebut, terdapat ibu, istri, dan anak perempuan yang memiliki peran vital dalam keluarga serta masa depan bangsa," ujar Prof Dante, Kamis (27/1/2026) lalu.

Ia menyampaikan bahwa penanganan kanker serviks harus dipahami sebagai persoalan sistemik yang membutuhkan solusi menyeluruh, terintegrasi, dan berkesinambungan, bukan sekadar isu medis semata.

Sebagai bagian dari komunitas global, Indonesia telah menyatakan komitmennya dalam World Health Assembly 2020 untuk mendukung agenda eliminasi kanker serviks dunia. Komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan penyusunan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim Tahun 2023-2030 sebagai peta jalan nasional jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes mengapresiasi pelaksanaan studi percontohan skrining kanker leher rahim berbasis DNA HPV di Jawa Timur yang didukung oleh Jhpiego, Roche, dan Bio Farma. Studi ini dinilai mampu memberikan gambaran faktual mengenai kesiapan layanan kesehatan serta efektivitas strategi skrining di tingkat layanan dasar.

"Pilot studi ini memberikan gambaran penting mengenai kinerja penguatan layanan kanker serviks di lapangan. Pemerintah membutuhkan potret yang objektif dan kritis, mulai dari kesiapan fasilitas kesehatan hingga kendala akses layanan bagi kelompok sasaran," jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah berharap hasil studi tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti bersama, terutama dalam mendorong perilaku pencarian layanan kesehatan pada perempuan, memperkuat tata kelola fasilitas kesehatan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, serta mengembangkan inovasi program berbasis pemberdayaan masyarakat.

Prof Dante juga menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi kanker leher rahim membutuhkan komitmen dan kolaborasi lintas sektor. "Eliminasi kanker serviks merupakan agenda bersama. Pemerintah terbuka dan mendukung kolaborasi strategis lintas sektor, karena penanganan kanker serviks memerlukan kemitraan yang inklusif dan kemampuan untuk bergerak bersama melampaui batas sektoral," tegasnya.

Editor: Gokli