Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menkes Sebut Belum Ada Kasus Fatal terkait Superflu
Oleh : Redaksi
Jumat | 09-01-2026 | 20:08 WIB
menkes_budi_gunadi6.jpg Honda-Batam
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengklaim sejauh ini belum ada laporan kasus kematian atau fatal akibat superflu.

"Belum ada yang dilaporkan meninggal karena, ini memang flu seperti yang biasa kita rasakan," kata Budi di RSUP Dr Sardjito, Sleman, DIY, Kamis (8/1/2025) kemarin.

Pernyataan Budi tersebut menjawab soal tingkat kesembuhan para pasien superflu sejauh ini. Ia pun menekankan kasus superflu atau Influenza A H3N2 subclade K sejauh ini bukan ancaman pandemi mematikan seperti Covid-19 pada 2020 lalu.

Menurutnya virus yang mengakibatkan superflu itu bukanlah hal baru, melainkan jenis influenza yang telah ada dan dikenal selama puluhan tahun. Inilah yang membedakan tingkat imunitas manusia terhadap Influenza A H3N2 dan Covid.

"Superflu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya, beda dengan Covid. Covid itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena enggak kenal," ungkap Budi.

"Cuma ini varian baru (dari Influenza A), kan teman-teman ingat kan Covid mulanya Alfa, terus ke Beta, ada Delta yang mematikan, terus ke Omicron. Nah, ini adalah varian K kalau nggak salah, clade K atau varian K dari H3N2," sambungnya.

Budi mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap waspada serta menekankan pentingnya imunitas tubuh sebagai pertahanan utama. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat rajin mencuci tangan dan memakai masker guna mencegah penularan superflu.

Makan sehat, tidur dan olahraga cukup, kata Budi, menjadi kunci menjaga imunitas tubuh apabila terkena superflu.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha