Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kerugian Akibat Kejahatan Siber Tembus Rp476 Miliar, Komdigi Serukan Aksi Kolektif
Oleh : Redaksi
Senin | 11-08-2025 | 08:08 WIB
Wamen-Nezar6.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam peluncuran AI for All: Protecting Indonesians from Spam and Scam di Kantor Pusat PT Indosat Tbk, Jakarta, Kamis (7/8/2025). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan kerugian finansial akibat kejahatan siber di Indonesia mencapai Rp476 miliar hanya dalam kurun November 2024 hingga Januari 2025. Hingga pertengahan 2025, tercatat 1,2 juta laporan penipuan digital (scam) masuk ke sistem pengaduan publik.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan angka tersebut merupakan peringatan serius bagi semua pihak untuk bergerak bersama memberantas kejahatan di ruang digital. "Angka-angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah peringatan bahwa kita harus bertindak cepat dan bersama.

Pemerintah berkomitmen penuh menciptakan ruang digital yang aman, bersih, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat," ujarnya dalam peluncuran AI for All: Protecting Indonesians from Spam and Scam di Kantor Pusat PT Indosat Tbk, Jakarta, Kamis (7/8/2025), demikian dikutip laman Komdigi.

Nezar mengapresiasi langkah Indosat yang meluncurkan inisiatif berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk melindungi masyarakat dari spam dan scam. Menurutnya, inisiatif sektor swasta ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat keamanan siber nasional.

"Inisiatif ini adalah langkah konkret yang menunjukkan komitmen kuat sektor swasta menjaga keamanan ruang digital kita. Ini menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antar pemangku kepentingan," kata Nezar.

Ia menekankan, pemberantasan kejahatan siber tidak hanya mengandalkan regulasi dan literasi digital, tetapi juga teknologi deteksi dini seperti AI dan machine learning. "Teknologi jangan hanya menjadi jargon inovasi, tetapi harus menjadi solusi nyata untuk masalah krusial seperti keamanan digital. Teknologi harus menjadi alat kita memperkuat pertahanan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Nezar menyoroti pentingnya kedaulatan data dan teknologi agar Indonesia tidak menjadi korban kolonialisme digital dan eksploitasi data oleh pihak asing. Ia menyebut visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemandirian teknologi berbasis kemampuan dalam negeri.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan melacak pelaku spam maupun scam dari dalam maupun luar negeri.

Acara peluncuran ini juga dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah.

Editor: Gokli