Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jurnalis Ekonomi Harus Mampu Sajikan Informasi Akurat dan Berdampak
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 29-07-2025 | 15:48 WIB
AR-BTD-4618-BI-Kepri.jpg Honda-Batam
Capacity Building Kehumasan Bank Indonesia Kepulauan Riau di Kantor Berita Antara, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menyusun berita ekonomi yang bermutu bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan turut membangun pemahaman yang berdampak bagi publik dan pembuat kebijakan.

Hal itu disampaikan Koordinator Liputan Ekonomi Kantor Berita Antara, Indra Arief Pribadi, dalam kegiatan Capacity Building Kehumasan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Selasa (29/7/2025).

Menurut Indra, berita ekonomi memiliki tantangan tersendiri dibandingkan liputan umum. Dibutuhkan ketepatan data, verifikasi menyeluruh, serta kemampuan analisis agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan dan memiliki nilai bagi pembangunan daerah.

"Jurnalis ekonomi harus mampu menggali informasi dari berbagai sumber, memverifikasi keakuratannya, dan menyajikannya secara objektif melalui berbagai platform media," ujar Indra.

Ia menekankan bahwa kualitas sebuah berita ekonomi ditentukan oleh tiga elemen utama: aktualitas, fakta yang dapat diverifikasi, serta penyajian yang jelas dan padat. "Berita ekonomi bukan tempat untuk opini apalagi spekulasi. Ia harus akurat dan bisa diuji kebenarannya," tegasnya.

Lebih lanjut, Indra mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Baik media maupun wartawan, kata dia, harus menjaga independensi, objektivitas, dan akurasi dalam setiap pemberitaan.

"Tanpa integritas itu, media akan kehilangan kepercayaan publik," tambahnya.

Dalam pemaparannya, Indra juga membagikan sejumlah strategi menyusun berita ekonomi yang berkualitas. Ia mendorong jurnalis untuk:

  • Menggali isu aktual melalui tren digital atau data resmi seperti dari BPS, Bank Indonesia, OJK, atau lembaga riset lainnya;
  • Mendapatkan nilai berita dari narasumber lapangan seperti petani, pelaku UMKM, hingga pengemudi ojek daring;
  • Menganalisis anomali atau dinamika ekonomi yang berdampak luas;
  • Menarik sisi human interest, dengan menyoroti dampak ekonomi terhadap kehidupan masyarakat;
  • Membangun relasi baik dengan narasumber, termasuk memahami karakter mereka.

Indra menutup dengan penegasan bahwa tugas jurnalis ekonomi bukan hanya menyampaikan kabar, tetapi juga menciptakan pemahaman yang mampu mendorong perubahan. "Pemahaman itu yang sangat penting. Bagaimana berita yang kita sajikan bisa memberi dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.

Dengan pendekatan yang berimbang, informatif, dan berbasis data, Indra berharap para jurnalis ekonomi dapat terus berperan aktif dalam mencerdaskan publik serta mendorong kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Editor: Gokli