Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 409 SPPG hingga Akhir 2025
Oleh : Redaksi
Selasa | 29-07-2025 | 12:28 WIB
SPPG.jpg Honda-Batam
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat groundbreaking 20 SPPG di lingkungan Polda Lampung, Senin (28/7/2025). (Foto: Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Polri menargetkan pembangunan 409 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia guna mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) 20 SPPG di lingkungan Polda Lampung, Senin (28/7/2025).

"Harapan kita akhir tahun 2025 nanti minimal 409 SPPG sudah bisa kita bangun. Mudah-mudahan bisa lebih," ujar Sigit kepada awak media.

Saat ini, Polri telah menginisiasi 359 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 23 unit telah beroperasi, 32 dalam tahap persiapan operasional, 140 dalam proses pembangunan, dan 164 lainnya sedang mempersiapkan tahap groundbreaking.

Bila seluruh SPPG yang dirancang telah berfungsi penuh, Polri memperkirakan program ini akan menjangkau sekitar 1,25 juta penerima manfaat serta membuka lapangan pekerjaan bagi hampir 18 ribu orang di seluruh Tanah Air.

Kapolri mengungkapkan bahwa target awal pada tahun 2025 hanya mencakup 100 SPPG. Namun, seiring berjalannya waktu, terutama setelah peringatan Hari Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli 2025, angka tersebut melesat jauh melebihi ekspektasi.

"Namun saat Hari Bhayangkara kemarin, kita sampaikan ke Bapak Presiden bahwa jumlahnya sudah mencapai 139 SPPG. Lalu saya sampaikan, target kita akhir tahun ini menjadi 200," kata Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa hanya tiga minggu setelah laporan kepada Presiden Prabowo, jumlah SPPG Polri melonjak menjadi 359 unit. Hal itu mendorong penetapan target baru yaitu 409 SPPG hingga akhir tahun ini.

"Ini semua kita lakukan untuk mendukung agar program MBG betul-betul bisa terlaksana. Programnya bisa diterima oleh para penerima manfaat, mulai dari ibu hamil hingga pelajar SD, SMP, bahkan SMA," jelasnya.

Sigit menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia menjelang puncak bonus demografi dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. "Dan tentunya ini bagian dari upaya kita semua untuk persiapkan SDM yang memiliki kualitas gizi yang cukup," tutupnya.

Editor: Gokli