Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Kirim 2.000 Vial Vaksin Rabies ke Timor-Leste, Wujud Solidaritas Kesehatan Lintas Batas
Oleh : Redaksi
Senin | 28-07-2025 | 15:48 WIB
anti-rabies.jpg Honda-Batam
Penyerahan bantuan 2.000 vial vaksin anti rabies (VAR) kepada Pemerintah Demokratik Timor-Leste dilakukan secara simbolis di RSUD Ben Mboi, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (23/7/2025). (Foto: Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Kupang - Pemerintah Indonesia menunjukkan solidaritas regional dengan menyalurkan bantuan 2.000 vial vaksin anti rabies (VAR) kepada Pemerintah Demokratik Timor-Leste.

Bantuan ini merupakan respons atas permintaan resmi dari Timor-Leste dalam menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies yang tengah melanda negara tersebut.

Penyerahan vaksin dilakukan secara simbolis di RSUD Ben Mboi, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (23/7/2025). Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta perwakilan Konsulat Timor-Leste.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa pengiriman vaksin merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama regional, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

"Hari ini kami menyerahkan sebanyak 2.000 vial vaksin anti rabies kepada Pemerintah Timor-Leste. Ini adalah bagian dari respons cepat atas permintaan langsung dari Pemerintah Timor-Leste kepada Menteri Kesehatan RI," ujar dr Andi, demikian dikutip laman Kemenkes.

Ia menambahkan bahwa dukungan ini diharapkan mampu mempercepat pengendalian penyebaran rabies di Timor-Leste, terutama mengingat penyakit ini bersifat zoonotik dan dapat ditularkan melalui hewan seperti anjing dan kucing. "Komitmen ini juga mencerminkan upaya Indonesia dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat lintas batas yang semakin kompleks," imbuhnya.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies menyebabkan antara 35.000 hingga 50.000 kematian setiap tahun, dengan sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Saat ini, lebih dari 3,3 miliar orang tinggal di wilayah endemik rabies.

Perwakilan Konsulat Timor-Leste di Kupang, Cesaltina da Silva da Costa, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemerintah Indonesia. "Atas nama Pemerintah Timor-Leste, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, atas donasi vaksin rabies yang sangat kami butuhkan," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar bentuk kerja sama teknis, melainkan simbol solidaritas kemanusiaan yang kuat antara dua negara bertetangga yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya. "Donasi ini mencerminkan semangat kepedulian lintas batas dan menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi dalam menjaga kesehatan masyarakat di kawasan," tambah Cesaltina.

Pihak Konsulat juga berharap agar ke depan koordinasi lintas lembaga, termasuk dalam urusan logistik dan karantina di wilayah perbatasan, dapat diperkuat. "Kami berharap kerja sama ini turut mencakup kelancaran prosedur karantina, bea cukai, dan imigrasi demi memperlancar distribusi bantuan di masa mendatang," tuturnya.

Bantuan vaksin ini menjadi pijakan awal bagi kolaborasi kesehatan lintas negara yang lebih strategis dan berkelanjutan, dalam rangka mewujudkan Asia Tenggara yang lebih sehat, tangguh, dan bebas rabies.

Editor: Gokli