Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cegah Anemia pada Anak, Pakar Gizi Tekankan Pentingnya Konsumsi Susu Fortifikasi
Oleh : Redaksi
Rabu | 23-07-2025 | 16:08 WIB
anemia.jpg Honda-Batam
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Meningkatnya kasus anemia pada anak usia dini memicu kekhawatiran akan kecukupan zat gizi, khususnya zat besi. Dokter spesialis gizi klinik, dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, menegaskan susu fortifikasi dapat menjadi solusi penting untuk mencegah kekurangan zat besi dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

"Balita boleh minum susu setiap hari, asal tetap dalam jumlah yang wajar. Susu memang bukan satu-satunya sumber nutrisi utama setelah usia satu tahun, tapi tetap dibutuhkan karena mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral penting," jelas dr Raissa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Menurutnya, susu berperan dalam menyediakan nutrien seperti kalsium, vitamin A, D, B12, zinc, dan tentu saja protein, yang sangat dibutuhkan anak pada masa pertumbuhan. Namun, konsumsi yang berlebihan juga perlu dihindari karena dapat mengganggu penyerapan zat besi dan menurunkan selera makan terhadap makanan padat yang kaya nutrisi.

Salah satu solusi yang disarankan adalah memberikan susu yang telah difortifikasi zat besi, guna membantu mencukupi kebutuhan harian anak, terutama bagi mereka yang masih sulit mengonsumsi makanan secara bervariasi. "Susu fortifikasi bisa membantu anak yang belum bisa makan dalam jumlah dan jenis yang beragam agar tetap mendapat asupan zat besi yang cukup," tambah dr Raissa.

Fortifikasi sendiri merupakan proses penambahan zat gizi tertentu ke dalam makanan atau minuman, dengan tujuan meningkatkan kandungan nutrisi. Dalam hal ini, fortifikasi zat besi pada susu menjadi alternatif efektif untuk mencegah anemia defisiensi besi, yang kerap terjadi pada anak usia 1-3 tahun.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, anak dalam rentang usia tersebut membutuhkan sekitar 7 miligram zat besi per hari. Jika asupan tidak terpenuhi, risiko anemia dapat meningkat, dan kondisi tersebut dapat berakibat pada terganggunya tumbuh kembang anak. Hal ini juga sejalan dengan hasil Jurnal Iron Deficiency and Impaired Child Development yang menyebutkan bahwa defisiensi zat besi berdampak pada perkembangan kognitif dan motorik anak.

Dengan demikian, para orang tua diimbau untuk lebih cermat dalam memilih asupan anak, termasuk mempertimbangkan konsumsi susu fortifikasi sebagai langkah preventif dalam mendukung pertumbuhan yang sehat dan bebas anemia.

Editor: Gokli