Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BI Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 dari Batam, Salurkan Rp 13 Miliar ke Wilayah 3T
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 22-07-2025 | 09:48 WIB
AR-BTD-4592-Ekspedisi-Rupiah-Berdaulat.jpeg Honda-Batam
Pelepasan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Selasa (22/7/2025), dengan total dana yang disalurkan ke wilayah Terpencil, Terluar, dan Terdepan (3T) Indonesia mencapai Rp13 miliar. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Program tahunan ini menyasar wilayah Terpencil, Terluar, dan Terdepan (3T) Indonesia dengan menyalurkan uang rupiah layak edar. Pelepasan tim ekspedisi dilakukan Selasa (22/7/2025) di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp 13 miliar.

Pengiriman uang kali ini dilakukan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hasan Basri. Selama lima hari, tim ekspedisi akan mengelilingi pulau-pulau terluar di Kepulauan Riau untuk mendistribusikan uang kartal baru dan mengganti uang lusuh yang masih beredar di masyarakat.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Anwar Basori, menegaskan program ERB merupakan amanat konstitusi untuk memastikan setiap wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki akses terhadap Rupiah.

"Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 mengamanatkan bahwa seluruh transaksi di wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah. Karena itu, kami harus menjamin keberadaan dan kelayakan uang rupiah hingga ke pelosok," ujar Anwar dalam sambutannya.

Anwar mengungkapkan bahwa dari total peredaran uang nasional sebesar Rp 9.200 triliun, hanya sekitar Rp 1.100 - Rp 1.200 triliun berupa uang fisik. Meski proporsinya hanya 20 persen, pengelolaan uang kartal tetap menjadi tantangan besar, terutama saat momentum Hari Besar Keagamaan Nasional.

"Pada Lebaran lalu, kami menyiapkan 160-170 titik kas keliling di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T yang juga membutuhkan uang baru," ungkapnya.

Sejak 2012, BI bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk memperluas jangkauan layanan kas keliling laut, mengingat terbatasnya armada dan kompleksitas geografis Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau.

"Tahun ini, kami menargetkan 18 lokasi di berbagai provinsi. Ekspedisi yang dilepas dari Batam ini merupakan misi ke-11 dari total 14 yang dijadwalkan sepanjang 2025. Ekspedisi terakhir akan dilaksanakan di Sulawesi Selatan," jelas Anwar.

Dalam pelaksanaan ERB 2025, BI melibatkan staf dari berbagai kantor perwakilan, termasuk dari daerah tanpa laut seperti Pematang Siantar dan Gorontalo. Mereka dilatih secara khusus untuk mampu bertugas di laut. "Kami menyebut mereka sebagai pejuang rupiah tanpa senjata, yang menjaga kedaulatan mata uang negara hingga ke titik-titik paling luar negeri ini," tutur Anwar.

Ia juga menambahkan bahwa masih banyak masyarakat di wilayah 3T yang belum pernah melihat atau memegang uang baru dalam kurun waktu bertahun-tahun. Program ini menjadi solusi nyata untuk memastikan kualitas uang yang beredar di masyarakat tetap layak.

"Kalau ada warga perbatasan menggunakan mata uang asing, itu bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Bisa jadi karena negara belum hadir melalui rupiah. Inilah yang kami benahi lewat ERB," tegasnya.

Lebih dari sekadar distribusi uang, program ini juga mencakup edukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan rupiah dalam transaksi ekonomi. BI menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi hingga ke pelosok.

Editor: Gokli