Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga Konsumen Kepri Deflasi 0,12 Persen pada Juni, BI Waspadai Tekanan Harga di Juli 2025
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 02-07-2025 | 11:48 WIB
pasar-botania.jpg Honda-Batam
Aktivitas dagang di Pasar Botania 1 Batam Center. (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat deflasi sebesar 0,12 persen pada Juni 2025 secara bulanan (mtm), menurun lebih landai dibandingkan deflasi bulan Mei yang tercatat sebesar 0,44 persen (mtm). Secara tahunan (yoy), inflasi Kepri berada di level 1,32 persen, lebih rendah dari Mei yang sebesar 1,73 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri merilis, deflasi pada Juni terjadi di tiga kabupaten/kota IHK, yaitu Batam sebesar 0,06 persen, Tanjungpinang 0,13 persen, dan Karimun 0,71 persen (mtm).

Kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penekan utama laju harga, mencatat deflasi 0,55 persen (mtm) dan berkontribusi negatif sebesar 0,15 persen terhadap inflasi umum. Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas cabai merah, daging ayam ras, bayam, dan udang basah akibat pasokan pangan dari daerah sentra yang tetap terjaga sepanjang Juni 2025.

Selain itu, Kelompok Transportasi turut menyumbang deflasi sebesar 0,03 persen (mtm), dipengaruhi oleh penurunan tarif angkutan laut seiring adanya program diskon tiket kapal yang berlangsung selama Juni hingga Juli 2025.

Meski demikian, deflasi lebih dalam tertahan oleh kenaikan tarif angkutan udara, yang melonjak mengikuti tingginya permintaan pada masa libur sekolah dan akhir pekan panjang (long weekend). Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen, didorong oleh masih tingginya harga emas perhiasan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Febri Hendri Antoni Arif, mengapresiasi pencapaian deflasi Juni sebagai bukti solidnya kerja sama pengendalian inflasi di daerah.

"Terkendalinya inflasi di Kepri tak lepas dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan TPID se-Kepri melalui berbagai program pengendalian harga pangan. Kami terus menjalankan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif," ujar Febri, Senin (30/6/2025).

Febri merinci, pada Juni 2025 berbagai langkah stabilisasi telah dilaksanakan, antara lain penandatanganan kesepakatan kerja sama antar daerah (KAD) antara Kepri, Jawa Tengah, Lampung, dan Maluku Utara; penyediaan iklan layanan masyarakat untuk menjaga ekspektasi inflasi; penyaluran rutin beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP); serta penyelenggaraan pasar murah di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.

Memasuki Juli 2025, Bank Indonesia mencermati sejumlah potensi pendorong inflasi, seperti penyesuaian harga BBM nonsubsidi, penyesuaian tarif listrik di Batam, serta kemungkinan berlanjutnya kenaikan tarif angkutan udara di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama libur sekolah.

"Namun, kami juga melihat faktor penahan inflasi seperti musim panen hortikultura, kelanjutan diskon tarif angkutan laut, serta normalisasi permintaan pangan pasca HBKN. Ke depan, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan TPID untuk memastikan inflasi Kepri tetap stabil," pungkas Febri.

Secara keseluruhan, kondisi inflasi Kepri pada Juni 2025 menunjukkan stabilitas harga yang terjaga, meski tantangan di bulan-bulan mendatang masih perlu diwaspadai.

Editor: Gokli