Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Transformasi Ekonomi Digital di Forum OECD
Oleh : Redaksi
Kamis | 05-06-2025 | 11:28 WIB
Forum-OECD.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, saat menghadiri sesi ke-5 OECD Ministerial Council Meeting (MCM) bertajuk 'Leveraging the Digital Economy to Drive Growth for Shared Prosperity', yang berlangsung di Paris, Rabu (4/6/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendorong transformasi digital sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri sesi ke-5 OECD Ministerial Council Meeting (MCM) bertajuk 'Leveraging the Digital Economy to Drive Growth for Shared Prosperity', yang berlangsung di Paris, Rabu (4/6/2025).

Dalam sesi breakout bertema 'Investing in the Digital Economy to Strengthen Resilience, Inclusiveness and Sustainability', Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi digital kawasan. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai USD 90 miliar dan diproyeksikan tumbuh menjadi USD 360 miliar pada 2030.

"Pendidikan dan pelatihan digital merupakan fondasi utama untuk memastikan Indonesia siap menghadapi era teknologi masa depan," ujar Menko Airlangga.

Ia menekankan pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas 50 juta penduduk melalui program nasional 'Indonesia Makin Cakap Digital', yang menjangkau seluruh provinsi.

Airlangga menambahkan inklusi digital bukan sekadar menyediakan akses, tetapi juga menciptakan pemberdayaan yang merata. "Inklusi digital bukan hanya soal akses, tapi juga pemberdayaan agar seluruh lapisan masyarakat bisa berpartisipasi aktif di ekonomi digital," imbuhnya.

Dalam forum tersebut, Menko Airlangga juga menyoroti pentingnya kerja sama global dan menyampaikan tiga strategi utama dalam memperkuat pengembangan digital di Indonesia dan ASEAN:

  1. Kemitraan ASEAN-OECD dalam pelaksanaan Digital Economy Framework Agreement (DEFA), untuk memperkuat tata kelola data, kecerdasan buatan, dan perdagangan digital.
  2. Program kesiapan FDI digital, melalui evaluasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pembangunan platform yang menghubungkan perusahaan multinasional dengan startup lokal.
  3. Harmonisasi standar digital, agar sejalan dengan praktik terbaik OECD dan memperkuat integrasi serta transparansi pasar digital regional.

"Melalui kolaborasi global, kita dapat mewujudkan ekonomi digital yang tidak hanya maju, tetapi juga adil dan ramah lingkungan," tutur Airlangga dengan penuh optimisme.

Menko Airlangga juga mengucapkan terima kasih atas dukungan negara-negara anggota OECD terhadap proses aksesi Indonesia ke organisasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan digital dan menciptakan kemakmuran bersama.

Dalam kunjungan kerja ini, Menko Airlangga didampingi oleh Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, Deputi Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Priyo Pambudi, serta Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Editor: Gokli