Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perkuat Pertumbuhan Nasional, Presiden Prabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp 24,44 Triliun
Oleh : Redaksi
Rabu | 04-06-2025 | 11:08 WIB
stimulus-ekon.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto, saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/6/2025). (Foto: Setkab)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/6/2025), untuk merespons tekanan ekonomi global yang berpotensi melemahkan pertumbuhan nasional.

Dalam rapat tersebut, pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 24,44 triliun guna menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan stimulus ini terbagi dalam lima kelompok kebijakan yang difokuskan pada sektor transportasi, bantuan sosial, subsidi upah, dan insentif jalan tol. "Bapak Presiden memutuskan agar paket stimulus ini dapat menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat stabilitas fiskal dan sosial masyarakat," ujar Sri Mulyani, dalam keterangan pers usai rapat, demikian dikutip laman Setkab.

Stimulus Transportasi

Paket pertama berupa diskon tarif transportasi selama masa liburan sekolah dan awal tahun ajaran baru pada Juni-Juli 2025. Diskon 30 persen tiket kereta api diberikan kepada 2,8 juta penumpang dengan anggaran Rp 300 miliar.

Selain itu, pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi dengan anggaran Rp 430 miliar, menyasar 6 juta penumpang.

"Angkutan laut juga diberikan potongan harga 50 persen bagi 500 ribu penumpang dengan anggaran Rp 210 miliar. Total untuk ketiga moda transportasi ini sebesar Rp 940 miliar," jelas Menkeu.

Insentif Jalan Tol

Pemerintah juga memberikan diskon 20 persen tarif jalan tol bagi 110 juta pengguna selama periode yang sama. Kebijakan ini dijalankan melalui skema non-APBN bekerja sama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). "Kementerian PUPR telah mengeluarkan surat edaran kepada BUJT terkait kebijakan diskon tol ini," tambah Sri Mulyani.

Penebalan Bantuan Sosial

Anggaran sebesar Rp 11,93 triliun dialokasikan untuk memperkuat bantuan sosial. Sebanyak 18,3 juta penerima Kartu Sembako akan mendapatkan tambahan Rp200 ribu per bulan selama dua bulan, serta bantuan beras 10 kilogram per bulan.

Subsidi Upah dan JKK

Pemerintah juga menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp 10,72 triliun kepada 17,3 juta pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 3,5 juta atau di bawah UMP, termasuk 565 ribu guru honorer dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Setiap penerima mendapatkan Rp 300 ribu per bulan selama dua bulan.

Diskon 50 persen iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) juga diperpanjang bagi 2,7 juta pekerja di enam sektor industri padat karya yang terdampak tekanan global. "Stimulus ini penting agar para pekerja tetap mendapatkan perlindungan meski industri menghadapi tekanan ekspor," ungkap Sri Mulyani.

Total Anggaran dan Harapan Pemerintah

Total nilai stimulus mencapai Rp 24,44 triliun, terdiri atas Rp 23,59 triliun dari APBN dan Rp 850 miliar dari sumber non-APBN. Selain itu, pemerintah akan mencairkan gaji ke-13 bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan pada bulan Juni ini senilai Rp 49,3 triliun.

"Kami berharap, dengan stimulus ini serta percepatan berbagai program prioritas seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, dan perumahan, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tetap bisa mendekati 5 persen," pungkas Menteri Keuangan.

Editor: Gokli