Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama SDM Kelautan, Dukung Konservasi Laut dan Mitigasi Bencana
Oleh : Redaksi
Senin | 02-06-2025 | 10:28 WIB
RI-Tiongkok.jpg Honda-Batam
Pertemuan bilateral antara Menteri Trenggono dan Wakil Menteri Sumber Daya Alam Tiongkok, SUN Shuxian, di Jakarta pada 29 November 2024 pada 9 November 2024 lalu. (Foto: KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok di sektor kelautan dan perikanan kembali diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) dan First Institute of Oceanography (FIO) Tiongkok, Senin (27/5/2025). Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi kelautan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala BPPSDM, I Nyoman Radiarta dan Deputy Director General FIO, Prof Zexun Wei, serta disaksikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.

"Kami yakin kerja sama ini akan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan program beasiswa. Kolaborasi ini juga akan memperkuat pengembangan pusat pelatihan kelautan untuk mendukung konservasi laut, pengurangan risiko bencana, serta perlindungan ekosistem," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan resminya, Rabu (28/5/2025), demikian dikutip laman KKP.

Trenggono menambahkan, FIO dinilai sebagai mitra strategis karena rekam jejaknya di bidang oseanografi yang diakui secara global. Ia berharap kemitraan ini menjadi langkah nyata menuju pengelolaan laut yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

Ruang lingkup kerja sama ini meliputi:

  1. Pengembangan Kapasitas SDM:
    Melalui program akademik, kursus pelatihan, workshop, beasiswa, serta pertukaran dosen dan peneliti dalam bidang ilmu kelautan, teknologi, manajemen perikanan, serta mitigasi bencana dan konservasi keanekaragaman hayati laut.
  2. Penguatan Infrastruktur dan Teknologi Kelautan:
    Termasuk kolaborasi dalam pendirian pusat pelatihan dan stasiun observasi laut bersama, serta pengelolaan situs data kelautan untuk memantau ekosistem seperti terumbu karang dan padang lamun.
  3. Eksplorasi Kerja Sama Internasional:
    Termasuk dalam kerangka United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development 2021-2030, serta potensi kerja sama lainnya yang disepakati kedua pihak.

Kepala BPPSDM, I Nyoman Radiarta, menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Menteri Trenggono dan Wakil Menteri Sumber Daya Alam Tiongkok, SUN Shuxian, di Jakarta pada 29 November 2024, serta lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing pada 9 November 2024 lalu.

"Kolaborasi ini bagian dari implementasi lima pilar kerja sama Indonesia-Tiongkok, yaitu politik, ekonomi, pertukaran masyarakat dan budaya, maritim, serta keamanan," jelas Radiarta.

Melalui MoU ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi global demi masa depan laut yang berkelanjutan.

Editor: Gokli