Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Implementasi Sistem CTAS Dongkrak Penerimaan Pajak di Kepri hingga April 2025
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 28-05-2025 | 09:48 WIB
DJP-Kepri.jpg Honda-Batam
Kantor Kanwil DJP Kepri. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Implementasi sistem Coretax Administration System (CTAS) terbukti efektif mendorong peningkatan penerimaan pajak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hingga April 2025, realisasi penerimaan pajak di wilayah ini mencapai Rp 4,38 triliun atau 29,36 persen dari target tahunan sebesar Rp 14,91 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kepri, Imanul Hakim, menyebutkan pertumbuhan penerimaan mencapai 11,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Salah satu faktor utama peningkatan penerimaan pajak tahun ini adalah penerapan sistem CTAS. Sistem ini memperkuat pengawasan dan efisiensi pelayanan administrasi pajak," ujar Imanul, Selasa (27/5/2025).

CTAS, yang mulai diterapkan secara bertahap pada awal tahun, dinilai mempermudah wajib pajak dalam melaporkan dan membayar kewajiban perpajakannya. Selain itu, sistem ini mendukung transparansi serta mempercepat proses administrasi yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama.

Kontribusi terbesar terhadap penerimaan pajak di Kepri masih didominasi sektor industri pengolahan, yang menyumbang Rp 2,59 triliun atau sekitar 59,2 persen dari total penerimaan. Di posisi berikutnya, sektor transportasi dan pergudangan berkontribusi Rp 422 miliar (9,6 persen), sektor perdagangan Rp 374,11 miliar (8,5 persen), serta sektor konstruksi dan properti sebesar Rp 189,46 miliar (4,3 persen).

Meski kontribusinya tergolong kecil, sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan paling signifikan secara tahunan. Penerimaan dari sektor ini naik 26,08 persen menjadi Rp 46,91 miliar atau 1,1 persen dari total.

Di sisi lain, sektor pertambangan mengalami kontraksi tajam dengan penurunan hingga -1.515 persen. Total penerimaan dari sektor ini hanya Rp 27,43 miliar, setara 0,6 persen dari keseluruhan pajak yang dikumpulkan.

"Kami terus mendorong optimalisasi dari seluruh sektor, termasuk sektor-sektor yang saat ini belum memberikan kontribusi maksimal," tutup Imanul.

Dengan landasan teknologi modern melalui CTAS dan dominasi sektor industri pengolahan, DJP Kepri optimistis mampu mencapai target penerimaan pajak hingga akhir 2025.

Editor: Gokli