Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bawa Komitmen Senilai US$ 10 miliar, Prabowo Terima PM China Li Qiang di Istana Merdeka
Oleh : Redaksi
Minggu | 25-05-2025 | 14:32 WIB
Prabowo_Li_Qiang.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5/2025). Kedatangan Li disambut dengan upacara penyambutan tamu negara.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo memperkenalkan sejumlah menteri kabinetnya kepada Li. Setelah itu, giliran Li yang memperkenalkan delegasi yang dibawanya.

Presiden Prabowo mengatakan kedatangan tangan kanan Presiden China Xi Jinping tersebut ke Indonesia merupakan penegasan atas persahabatan erat kedua negara.

"Suatu kunjungan yang sangat penting bagi kami, karena kunjungan Yang Mulia menegaskan persahabatan yang baik, yang erat antara Republik Rakyat Tiongkok (China) dan Indonesia, juga lebih penting antara rakyat Tiongkok (China) dan rakyat Indonesia," ucap Prabowo, Minggu (25/5/2025).

"Tahun ini, menandai 75 tahun hubungan diplomatik, juga tahun ini 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Dua negara kita memiliki sejarah yang panjang, dan sekarang ini kita telah menjadi mitra yang memiliki hubungan strategis dan komprehensif," tambahnya.

Prabowo mengatakan pertemuan ini menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan China.

"Kami memandang hubungan ini akan membawa kebaikan tidak hanya kepada kedua negara kita, tetapi juga bagi seluruh kawasan Asia, dan bahkan mungkin dunia," tuturnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dan PM Li Qiang melakukan pertemuan bilateral dengan fokus pada penguatan kerja sama di berbagai bidang. Kunjungan resmi Li Qiang di Istana Kepresidenan Jakarta akan ditutup dengan jamuan santap siang resmi.

Bawa Komitmen Investasi Senilai US$ 10 miliar

Sebelumnya, menjelang kunjungan ke Indonesia, Li Qiang menegaskan China dan Indonesia akan mempromosikan multilateralisme sejati.

China diketahui telah meningkatkan hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif impor yang tinggi, terhadap rekan-rekan dagangnya.

Pengusaha China mendapat ajakan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya dalam momentum peringatan 75 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan China.

Undangan ini disampaikan dalam acara jamuan makan malam di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

"Saya mengundang para pengusaha China untuk terus berinvestasi di Indonesia, tidak hanya di bidang sumber daya alam, tetapi juga di sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, sains, dan produksi," kata Prabowo dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Prabowo juga mengajak para pengusaha Indonesia untuk menjadikan China sebagai mitra strategis, baik sebagai mitra belanja, mitra produksi, maupun mitra untuk bersama-sama menembus pasar global.

"Malam ini kita tidak hanya menyambut kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang dan merayakan capaian bersama, tetapi juga menyambut kerja sama ini sebagai langkah menuju masa depan yang cerah, penuh harapan, serta membawa berkah dan perdamaian bagi kawasan kita," lanjut Prabowo.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang didasari oleh kepercayaan, saling pengertian, dan dukungan antar kedua bangsa. Menurutnya, Indonesia dan China memiliki potensi besar untuk menjadi pilar stabilitas dan kekuatan di kawasan Asia.

Kunjungan resmi Perdana Menteri China, Li Qiang, ke Indonesia membawa dampak signifikan dalam bentuk komitmen investasi senilai US$ 10 miliar yang mulai direalisasikan.

Demikian ditegaskan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam keterangannya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (25/5/2025), dilansir dari Antara.

Rosan menekankan bahwa kunjungan PM China tersebut tidak semata bersifat seremoni diplomatik, melainkan telah menghasilkan bentuk kerja sama dan investasi konkret yang menguatkan hubungan bilateral kedua negara.

"Investasi tersebut sudah mulai berjalan dan mencakup sejumlah sektor strategis," tambah dia..

Proyek-proyek strategis yang tengah dijalankan mencakup bidang transportasi, pengembangan klaster industri, hilirisasi mineral, hingga sektor kimia.

Selain itu, kunjungan ini juga membuka peluang baru dalam sektor-sektor lain yang dinilai memiliki potensi besar bagi penguatan ekonomi nasional.

Rosan menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan kolaborasi lintas entitas, melibatkan perusahaan swasta, BUMN, dan mitra asing dalam berbagai inisiatif pembangunan industri.

"Yang baru ini sifatnya lintas sektor, mulai dari gerbong kereta api, industri baterai kendaraan listrik, hingga industri kimia. Kami akan mengawal realisasinya agar sesuai harapan," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas kerja sama ekonomi dengan Tiongkok sebagai bagian dari strategi mempercepat hilirisasi sumber daya alam dan memperkuat ketahanan industri nasional.

Menanggapi isu-isu geopolitik termasuk hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat, Rosan menyampaikan bahwa pendekatan Indonesia tetap konsisten pada kemitraan yang menguntungkan kedua belah pihak.

"Kita akan lebih fokus untuk pembahasan penguatan kolaborasi dua negara," ungkapnya yang mengatakan China bawa investasi ke Indonesia US$ 10 miliar.

Editor: Surya