Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sentuhan Kasih di Tanjungpinang, 200 Anak Yatim Terima Bantuan dari Majestic Fast Ferry dan Koi Farm
Oleh : Devi Handani
Minggu | 25-05-2025 | 09:08 WIB
Santunan_Anak_Yatim.jpg Honda-Batam
Acara bakti sosial yang digelar oleh Majestic Fast Ferry bekerja sama dengan Majestic Koi Farm, Sabtu (24/5/2025) (Foto: Devi Handani)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang-Sebanyak 200 anak yatim dari enam panti asuhan di Kota Tanjungpinang merasakan kebahagiaan dalam acara bakti sosial yang digelar oleh Majestic Fast Ferry bekerja sama dengan Majestic Koi Farm, Sabtu (24/5/2025).

Bertempat di area Laboratorium Alami Mangrove SMPN 10 Tanjungpinang, kegiatan ini menjadi momen penuh haru dan sukacita.

Acara sosial tahunan yang kini memasuki tahun ketiganya ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

Para peserta menerima bantuan berupa sembako, perlengkapan sekolah, dan bingkisan lainnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza turut hadir dan menyampaikan apresiasinya. "Kami sangat bangga dengan inisiatif dari Majestic Fast Ferry dan Majestic Koi Farm. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi dan membawa keberkahan bagi semua," ucapnya.

Selain berbagi kasih, kegiatan ini juga memperkenalkan potensi besar budidaya ikan koi di Tanjungpinang. Majestic Koi Farm yang telah berdiri selama lima tahun menjadi salah satu pusat pengembangan koi terbesar di Indonesia.

Bahkan, koi hasil budidaya di sini telah diekspor ke berbagai daerah dan tengah menjajaki pasar internasional, termasuk Singapura dan Malaysia.

"Potensi budidaya koi di Tanjungpinang sangat besar. Dengan lingkungan dan kualitas air yang mendukung, produksi bisa mencapai lima juta ekor per tahun," jelas pemilik Majestic Koi Farm, Adrian Efendi.

Tak hanya berhenti di kegiatan sosial, ke depan Majestic Fast Ferry dan Majestic Koi Farm berencana meluncurkan program anak asuh yang membiayai pendidikan hingga perguruan tinggi.

Mereka juga akan membuka peluang kerja bagi para lulusan, serta merancang pameran koi internasional dengan melibatkan mitra dari berbagai kota dan negara.

Donasi untuk kegiatan ini datang dari komunitas pencinta koi di Indonesia dan luar negeri, dengan kontribusi yang bervariasi mulai dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah.

Kebersamaan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Tanjungpinang tidak hanya merawat nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menumbuhkan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Editor: Surya