Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Batam Melaju Hijau, Semen Merah Putih Tantang Daerah Lain Susul Revolusi Konstruksi
Oleh : Paskalis Rianghepat
Jumat | 16-05-2025 | 16:48 WIB
AR-BTD-4369-Semen-Merah-Putih.jpg Honda-Batam
Semen Merah Putih gelar kegiatan Concrete Tech Day Batam 2025 Hotel Aston Nagoya, Jumat, (16/5/2025). (Foto: Paskalis Rianghepat/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Di tengah lambannya transisi menuju konstruksi ramah lingkungan di sebagian besar wilayah Indonesia, Batam melesat. Kota industri ini bukan saja jadi pionir dalam adopsi green cement, tapi juga menjadi tolok ukur nasional dalam upaya dekarbonisasi sektor konstruksi.

Momentum itu dipertegas pada Concrete Tech Day Batam 2025, Jumat, 16 Mei 2025. Bertempat di Hotel Aston Nagoya, acara tahunan yang digagas Semen Merah Putih ini mempertemukan ratusan pelaku industri bangunan. Dari kontraktor, pemilik proyek, hingga regulator.

"Transformasi ini bukan lagi wacana. Di Batam, ia sudah jadi kenyataan," ujar Oza Guswara, GM Sales & Marketing Semen Merah Putih.

Semen Merah Putih, produsen semen yang menguasai pasar di Batam, tampil sebagai motor perubahan. Lewat produk andalannya, FLEXIPLUS, perusahaan ini berhasil mendorong peralihan nyaris total dari semen konvensional berbasis Ordinary Portland Cement (OPC) ke semen hidraulis yang lebih ramah lingkungan.

Concrete Tech Day bukan sekadar forum diskusi. Ia menjadi wahana sinergi konkret yang merangkul berbagai pemangku kepentingan. Tahun ini, Semen Merah Putih mengusung tema besar "Greenovation" komitmen keberlanjutan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Implementasi konstruksi berkelanjutan bukan bisa, tapi harus dimulai dari inovasi," tegas Oza. Empat pilar utama yang diusung dalam pendekatan greenovation adalah proses produksi efisien, produk rendah karbon, penguatan kapasitas SDM, dan tanggung jawab pada lingkungan.

Sebagai wujud komitmen lingkungan, Semen Merah Putih juga mengembangkan MPtree, sebuah photobioreactor berbasis mikroalga untuk menyerap CO2 dari udara. Tak sekadar jargon hijau, tapi inovasi berbasis sains.

Di Batam, FLEXIPLUS tak sekadar diterima pasar, ia mendominasi. Produk ini menguasai hampir 100 persen pangsa pasar semen bulk. Satu dari sekian banyak pengguna setia adalah PT Perkasa Beton Batam, pemasok beton terbesar di pulau ini.

"Kami menggunakan FLEXIPLUS karena terbukti. Bukan hanya lebih ramah lingkungan, tapi juga unggul secara teknis," kata Anthony Soejadi, Direktur Utama PT Perkasa Beton Batam.

Kelebihan teknis FLEXIPLUS juga diakui Kirman, Kepala Pabrik Perkasa Beton. Menurutnya, stabilitas pasokan, kemudahan saat trial mix, dan hasil kerja yang memuaskan menjadikan FLEXIPLUS produk andalan.

Di atas kertas, FLEXIPLUS mampu memangkas emisi karbon hingga 20 persen dibanding semen konvensional. Ia juga telah mengantongi sertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GBCI).

Namun transformasi ini tak terjadi dalam semalam. Menurut Oza, salah satu tantangan terbesar ada pada kesenjangan pengetahuan teknis. Banyak pelaku konstruksi belum sepenuhnya memahami keunggulan semen hijau.

Karena itu, Semen Merah Putih menggencarkan edukasi melalui forum seperti Concrete Tech Day, serta pelatihan teknis melalui Mandor Pintar Institute. "Edukasi adalah kunci. Tanpa pemahaman teknis, transisi ini akan stagnan," ujar Oza.

Kebijakan pemerintah, seperti Permen PUPR No. 9 Tahun 2021 yang mewajibkan penggunaan material ramah lingkungan, menjadi katalis penting. Tapi realisasi di lapangan tetap perlu sokongan dari aktor industri.

Data terbaru dari Semen Merah Putih menyebut, lebih dari 90 persen pelaku beton di Batam telah beralih ke semen hidraulis. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional. "Batam membuktikan bahwa inovasi dan keberlanjutan bisa berjalan seiring," ujar Oza.

Transformasi ini diharapkan menular. Semen Merah Putih menyatakan kesiapan mendukung proyek strategis nasional di luar Batam, membawa semangat hijau ke daerah lain.

"Kami tak hanya menjual semen. Kami membawa visi pembangunan yang berkelanjutan," tegas Oza.

Ketika banyak kota masih sibuk dalam debat teknis dan kalkulasi biaya, Batam memilih jalan aksi. Dengan dukungan teknologi, sinergi industri, dan visi jangka panjang, pulau ini bergerak lebih cepat. Dan Semen Merah Putih ada di garis depan perubahan itu.

Editor: Yudha