Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

12 Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Bentrokan Antarpendukung Paslon di Puncak Jaya
Oleh : Redaksi
Sabtu | 05-04-2025 | 14:04 WIB
bentrok-pilkada.jpg Honda-Batam
Bentrokan antara massa pendukung dua pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya. (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Puncak Jaya - Bentrokan antara massa pendukung dua pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar.

Sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, konflik politik ini telah menewaskan 12 orang, melukai 658 warga, dan membakar lebih dari 200 bangunan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani, menyampaikan kekerasan pecah antara pendukung Paslon 01 dan Paslon 02. Dari total korban tewas, delapan di antaranya merupakan pendukung Paslon 01.

"Selain korban meninggal dunia, kami mencatat 423 orang dari kubu Paslon 01 dan 230 orang dari kubu Paslon 02 mengalami luka-luka, sebagian besar akibat terkena panah," ujar Brigjen Faizal dalam keterangan tertulis, Jumat (4/4/2025).

Data kerusakan material mencakup 201 bangunan yang hangus terbakar. Bangunan yang terdampak antara lain 196 rumah warga, sekolah dasar Pruleme, kantor balai kampung Trikora, kantor distrik Irimuli, kantor Partai Gelora, serta kantor balai desa Pagaleme.

Brigjen Faizal juga mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam eskalasi konflik. Menurutnya, sejumlah korban meninggal dunia diduga terkena tembakan senjata api yang digunakan oleh KKB.

"Kami menduga kuat KKB memanfaatkan kerusuhan politik ini untuk melancarkan aksinya. Ini menjadi perhatian serius bagi kami," tegas Faizal.

Menanggapi situasi tersebut, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menjaga stabilitas keamanan. "Kami mengajak semua pihak, khususnya warga Puncak Jaya, agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Imbauan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut dan memastikan proses demokrasi serta pembangunan di Puncak Jaya dapat berjalan aman dan damai.

Editor: Gokli