Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Dorong Industri Furnitur dengan Penguatan SDM dan Ekspansi Pasar Ekspor
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 04-04-2025 | 12:04 WIB
Menperin-Agus13.jpg Honda-Batam
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat pertumbuhan industri furnitur nasional guna meningkatkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta memperluas pasar ekspor.

Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan SDM yang terampil menjadi faktor kunci dalam mendorong daya saing industri furnitur nasional. "Kemenperin telah memiliki Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal yang secara aktif mencetak tenaga kerja kompeten di sektor ini," ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/4/2025).

Berdasarkan data Kemenperin, industri furnitur nasional mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,07 persen dan berkontribusi 51,81 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada periode Januari-November 2024. Nilai ekspor furnitur Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 1,47 miliar dolar AS.

Untuk memperkuat sektor ini, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari kalangan industri, akademisi, maupun pemerintah dalam dan luar negeri. "Kolaborasi ini bertujuan mencetak SDM industri yang memiliki daya saing global serta mampu beradaptasi dengan teknologi terbaru," jelas Kepala BPSDMI, Masrokhan.

Sebagai bagian dari upaya ini, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan CAD+T Australasia Pty/Ltd serta Universitas Pradita pada 24 Maret 2025. Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis industri 4.0, peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan bersertifikat internasional, serta penyediaan lisensi perangkat lunak guna menunjang proses pembelajaran.

CAD+T Australasia Pty/Ltd, perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang perangkat lunak desain interior dan manufaktur furnitur, akan mendukung Polifurneka dengan mengintegrasikan teknologi mereka dalam kurikulum akademik selama tiga tahun ke depan. "Kami juga akan menyediakan tenaga ahli untuk memberikan kuliah langsung di Polifurneka guna meningkatkan kompetensi mahasiswa," ungkap General Manager CAD+T Australasia Pty/Ltd, William Dedella.

Selain itu, Universitas Pradita akan berperan dalam menyiapkan SDM industri Polifurneka untuk mengikuti Talent Camp Asia 2025, sebuah program pelatihan intensif yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta profesional industri. Kepala Program Studi Desain Interior Universitas Pradita, Boyke Janus Anshory, menyatakan bahwa politeknik ini memiliki potensi besar dalam mencetak tenaga kerja profesional yang dapat memenuhi kebutuhan industri furnitur nasional.

Direktur Polifurneka, Peni Shoffiyati, menambahkan kolaborasi ini bertujuan menjembatani dunia pendidikan dengan industri furnitur modern berbasis teknologi. "Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dalam desain dan manufaktur berbasis teknologi industri 4.0," pungkasnya.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Kemenperin optimistis industri furnitur Indonesia akan semakin kompetitif di pasar global serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Gokli