Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Perkuat Hubungan Diplomatik dan Ekonomi dengan Amerika Serikat
Oleh : Redaksi
Jumat | 04-04-2025 | 10:24 WIB
Airlangga-Carol.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, menggelar konferensi video dengan anggota Kongres AS dari Partai Republik, Carol Miller, pada Selasa (1/4/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terus memperkuat hubungan diplomatik yang komprehensif, khususnya di sektor ekonomi dan perdagangan.

Dalam rangka membahas potensi kerja sama di era pemerintahan Presiden Donald Trump, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggelar konferensi video dengan anggota Kongres AS dari Partai Republik, Carol Miller, pada Selasa (1/4/2025).

Pertemuan virtual ini menyoroti peran strategis Indonesia dalam tatanan Indo-Pasifik serta keaktifannya dalam berbagai forum multilateral seperti ASEAN, G20, dan APEC. Dengan posisi tersebut, Indonesia berupaya membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan AS, terutama dalam sektor investasi dan perdagangan komoditas strategis.

Menko Airlangga menyampaikan apresiasi terhadap hubungan bilateral yang telah terjalin dan menegaskan pentingnya kelanjutan perdagangan komoditas pangan esensial seperti kacang kedelai dan gandum guna mendukung ketahanan pangan nasional.

"Indonesia sangat menghargai kemitraan yang erat dengan AS, baik dalam aspek ekonomi maupun bentuk kerja sama lainnya," ujarnya, demikian dikutip laman Kemenko Perekonomian.

Menanggapi hal tersebut, Congresswoman Miller menegaskan bahwa pemerintahan AS saat ini akan berfokus pada tiga prioritas utama dalam hubungan dengan Indonesia, yakni kerja sama, stabilitas kawasan, dan keamanan. "Good trading partners make good friends. Kami mengapresiasi peran Indonesia di kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN serta berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral," kata Miller.

Selain kerja sama di sektor pangan, Indonesia juga mendorong kolaborasi di bidang ekonomi bersih, termasuk teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta eksplorasi mineral kritis. "Kemitraan strategis dengan AS di sektor ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi hijau dan rantai pasok mineral kritis global," tambah Airlangga.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Indonesia, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno dan perwakilan KBRI Washington DC. Dengan komitmen kedua negara dalam memperluas kerja sama, diharapkan hubungan Indonesia-AS semakin erat dalam menghadapi tantangan global serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Editor: Gokli