Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Efek Rumah Kaca Ciptakan Lagu Kenang Munir
Oleh : dd/tc
Senin | 10-09-2012 | 09:23 WIB

BATAM, batamtoday - Lagu berjudul Di Udara milik grup band pop indie Efek Rumah Kaca (ERK) menjadi bukti ada perhatian khusus dari seniman atas kasus kematian Munir, seorang aktivis Hak Asasi Manusia. Lantas, bagaimana sebenarnya sosok Munir di mata ERK sampai mau membuat lagu itu?


Band yang beranggotakan Cholil (vokal, gitar), Adrian (bas, vokal latar), dan Akbar (drum, vokal latar) ini, memandang Munir sebagai pribadi yang patut dicontoh. Menurut Cholil, tak banyak orang yang memiliki keteguhan dan keberanian seperti Munir.

"Munir adalah seorang teladan bagi penegakan HAM, berani dan tidak pernah takut untuk memperjuangkan keadilan dan hak-hak orang yang ditindas walaupun mendapat tekanan dan ancaman," ujar Cholil seperti dikutip dari Tempo.Co, Senin (10/9/2012).

Lewat lagu Di Udara, mereka ingin menyebarkan doktrin soal keteladanan Munir agar bisa ditiru orang banyak. "Sehingga nilai-nilai yang dibawanya juga bisa sampai ke khalayak yang lebih luas lagi," ujar Cholil.

Sehubungan dengan sewindu atau delapan tahun kematian pria bernama lengkap Munir Said Thalib itu, yang jatuh pada 7 September 2012 kemarin, ERK punya harapan. Mereka ingin agar pemerintah segera menuntaskan kasus kematian Munir. "Semua yang terlibat harus diseret ke pengadilan," kata Adrian.

ERK merupakan band yang terbentuk tahun 2001. Kerap bongkar pasang personel, mereka akhirnya sepakat untuk berjalan dengan formasi tiga orang. Sebelum resmi memakai nama Efek Rumah Kaca pada 2005, Cholil dkk memakai nama Hush dan Superego. Saat ini, ERK sudah memiliki dua album.