Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dokter Kandungan Tak Masuk Kerja, Ibu Hamil Terlantar
Oleh : kli/dd
Kamis | 23-08-2012 | 14:23 WIB

BATAM, batamtoday - Sedihnya jadi orang miskin, semua pelayanan kesehatan harus berharap kepada layanan rumah sakit pemerintah. Namun, karena rumah sakit pemerintah pasien terpaksa harus menunggu kapan dokter ada dan mau memberikan pelayanan.


Seperti halnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Kamis (23/8/2012) seorang pasien, Zumiati (30) warga Tanjunguncang terlantar karena dokter kandungan tak masuk. Padahal, wanita beranak satu itu sedang mengandung sembilan bulan dan berencana akan menjalani persalinan dengan operasi di rumah sakit tersebut.

"Kata dokter itu kemarin saya harus operasi hari ini, tapi saya datang malah dokternya yang tidak ada. Atau jangan-jangan karena saya orang miskin," kata wanita berjilbab putih itu dengan nada kecewa.

Dijelaskannya, awal dia datang ke RSUD pada Kamis (9/8/2012) untuk melakukan periksa. Saat itu, dokter kepada Zumiati mengatakan supaya dilakukan periksa sekali dalam seminggu karena kemungkinan besar akan menjalani operasi pada Rabu (22/8/2012) kemarin.

"Dokter bilang saya harus periksa setiap minggu, dan dijadwalkan masa lahiran pada tanggal 22 Agustus 2012. Kemarin, saya datang dokternya tak ada, saya maklum karena masih lebaran. Tapi sekarang sudah waktunya kerja normal, dokternya juga tak masuk-masuk," kesalnya didampingi sang suami yang namanya tak mau disebut.

Ditambahkannya, dia bersama suaminya sudah datang ke RSUD Embung Fatimah, Batuaji sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, hingga siang dokter yang dia tunggu belum juga nongol sehingga mereka berencana akan kembali pulang ke rumahnya.

"Sudah sejak pagi nunggu tapi tak datang juga, sepertinya kami lebih bagus pulang," sebut wanita itu dengan wajah menahan sakit.

Seorang laki-laki petugas RSUD Embung Fatimah Batam, yang namanya tak mau disebut mengatakan, pagi tadi saat apel bersama di Engku Puti semua petugas medis RSUD hadir. Namun, kehadiran para dokter di RSUD tak bisa dia pastikan, karena ada juga sebagian yang masuk.

"Tak tahu lah mas, sebagian ada juga dokter yang masuk. Tapi saat apel bersama saya rasa hadir semua," kata pria itu sambil berlalu.