Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Bahaya Squid Game Buat Kesehatan Mental Anak
Oleh : Redaksi
Senin | 25-10-2021 | 12:36 WIB
squid-game1.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Serial Netflix, Squid Game memang masih jadi fenomena bagi banyak orang. Namun serial penuh kekerasan ini tak cocok untuk ditonton anak-anak.

Bukan cuma serialnya yang menggambarkan kekerasan, tapi kostum penjaga berjumpsuit merah juga laris jadi kostum Halloween tahun ini.

"Tingkat kekerasannya mengerikan, lebih dari kebanyakan pertunjukan," kata David Anderson, kepala program sekolah dan komunitas di CMI, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari KSAT.

"Ini adalah pesta pembunuhan dengan premis bahwa dari lebih dari 400 peserta, hanya ada satu yang selamat."

Selain kekerasan, Common Sense Media, sebuah organisasi nirlaba yang mengulas acara TV dan film, mengatakan Squid Game memberikan lebih banyak gambaran soal kekerasan.

"Orang tua perlu tahu bahwa tingkat kekerasan sangat intens di Squid Game. Karakter secara sistematis disiksa dan dibunuh untuk kesenangan sadis seorang master game. Orang dewasa berhubungan seks, dan ada ancaman kekerasan seksual: Perempuan dijambak rambutnya dan dipukuli. Tema tentang keuntungan yang didapat dari perjudian, kemenangan, atau penipuan uang menjadi fokus utama," kata CSM di situsnya.

Acara ini diberi peringkat TV-MA, artinya dimaksudkan untuk ditonton oleh orang dewasa muda berusia 17 tahun atau lebih. Namun, acara tersebut masih dapat diakses dengan mudah di Netflix, meskipun ada peringatan konten yang tidak kentara di awal.

Bagaimana dengan remaja?
Jika remaja memilih untuk menonton Squid Game, CMI mendorong orang tua untuk menonton bersama mereka sehingga mereka dapat memahami dan merenungkan kontennya.

Anderson menambahkan bahwa bahkan jika orang tua tidak menonton pertunjukan, mereka harus mencoba berbicara dengan anak-anak tentang hal itu, dan fokus pada bagaimana perasaan mereka.

"Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi anak-anak yang memiliki pikiran yang berulang dan tidak diinginkan tentang hal-hal yang mereka lihat di acara itu, atau gambar yang tetap bersama mereka. Hal-hal semacam itu dapat menjadi pemicu kecemasan dan merupakan pertanda baik bahwa anak-anak harus berhenti menonton karena acara itu tidak sehat bagi mereka," kata institut itu dalam sebuah pernyataan.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa saat sudah menonton acara tersebut, akan berdampak pada anak-anak.

"Menonton acara yang mengganggu dan menegangkan seperti Squid Game di malam hari dapat mengganggu tidur, dan pada gilirannya dapat mengacaukan kinerja Anda pada ujian sains itu atau dalam pertandingan sepak bola keesokan harinya," kata Anderson.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha