Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Nama Neneng Tak Masuk di Manifes Citilink

KPK Periksa CCTV Bandara Hang Nadim Batam
Oleh : Ali/Dodo
Kamis | 14-06-2012 | 15:51 WIB

BATAM, batamtoday - Dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Bandara Hang Nadim, Batam untuk memeriksa rekaman CCTV dan manifes penerbangan Citilink pasca-tertangkapnya buron lembaga tersebut, Neneng Sri Wahyuni, Kamis (14/6/2012). 

"Tadi dua orang penyidik KPK mendatangi kami dengan menyerahkan surat tugas untuk melakukan penyelidikan," kata Dendi Gustinandar, Plh. Kepala Bandara Hang Nadim kepada wartawan. 

Dendi menyebutkan, dua orang penyidik KPK ini melakukan penggalian data dan informasi keberangkatan Neneng yang berdasarkan penyidikan sebelum tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Citilink dari Bandara Hang Nadim Batam. Surat tugas kedua penyidik itu berlaku selama dua hari hingga hari ini. 

"Penyidik KPK ini meminta kepada kami untuk menunjukkan rekaman CCTVdan telah kami tunjukkan di ruang sekuriti Bandara Hang Nadim ini," katanya. 

Namun, Dendi mengaku tidak tahu pasti apakah penyidik KPK telah menemukan ciri-ciri Neneng di dalam rekaman CCTV di kawasan Bandara Hang Nadim.  Akan tetapi berdasarkan manifes penerbangan yang dibuka, ternyata tidak menemukan adanya nama Neneng Sri Wahyuni, yang merupakan istri mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin itu. 

"Tetapi bukan kapasitas kami untuk menjawab, karena kami sendiri tidak mengetahui ciri-ciri yang sedang dicari penyidik KPK. Dan sejauh ini belum ada informasi yang kami terima tentang manifes ada atau tidak nama tesebut," ucapnya. 

Manajemen Bandara Hang Nadim juga belum menyerahkan salinan rekaman CCTV tersebut dan belum ada surat perintah dari KPK untuk mengambil ataupun melakukan penyalinan rekaman CCTV.

Berdasarkan informasi yang diterima, bahwa dari 101 CCTV yang terpasang di seluruh area Bandara Hang Nadim Batam, terdapat 30 titik CCTV yang berada di dalam terminal Bandara Hang Nadim Batam.

"Kita juga tidak tahu berapa titik CCTV yang diselidiki penyidik KPK. Kita hanya membuka rekaman CCTV sesuai dengan surat perintah yang kami terima. Nantinya demi kepentingan informasi publik, bila telah di ketahui maka kami akan memberikan rekaman CCTV yang dimaksud agar dapat diketahui masyarat luas," pungkasnya.