Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Diduga Diintervensi

Polisi Tanjungpinang Tak Lanjutkan Proses Hukum Aksi PNS Brutal
Oleh : Charles/Dodo
Rabu | 13-06-2012 | 18:42 WIB

TANJUNGPINANG, batamtoday - Diduga intervensi pihak tertentu di Provinsi Kepri, Kepolisian Resor Tanjungpinang tidak menindak dan melanjutkan proses hukum PNS di BLH Provinsi Kepri, Sumantri Ardi, yang melakukan pemukulan pada salah seorang Polisi dan mahasiswa saat terjadi demo menuntut transparansi penyaluran Beasiswa di Provinsi Kepri hingga akhirnya menempuh upaya persuasif dengan jalan damai kepada yang bersangkutan.     

Upaya persuasif dan perdamaian antara Sumantri dengan dua korban aksinya ini, dibenarkan Wakapolres Tanjungpinang Kompol Nursantiko dan Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Dandung WS, kepada wartawan di anjungpinang, Rabu (13/6/2012). 

"Saat ini, sedang dilakukan penyelesaian secara damai oleh Kapolsek Tanjungpinang Timur," kata Nursantiko pada batamtoday saat dikonfirmasi. 

Nur juga mengatakan,terhadap pemukulan yang dilakukan PNS tehadap anggota Polsek Tanjungpinang Timur sepenuhnya menjadi hak Briptu Rido Triputra Marbun sebagai korban, apakah kasus pemukulan dan penganiayaan itu dilanjutkan secara hukum atau tidak. 

"Kami menyerahan sepenuhnya kepada korban, apakah akan melanjutkan ke proses hukum atau tidak dan tidak mentang-mentang karena yang dipukul adalah Polisi langsung dilakukan proses hukum, tetapi dikembalikan pada orang yang bersangkutan, karena dimata hukum, anggota Polisi juga memiliki hak yang sama," ujarnya. 

Ditanya, apakah pihak kepolisian diintervensi pihak tertentu, agar tidak melanjutkan proses hukum atas kasus ini, Nursantiko Menimpali kalau hal itu tidak ada. 

"Hal itu tidak benar, dan sampai saat ini hal itu tidak ada" ujarnya. 

Sementara itu, dari pantauan batamtoday pada perundingan Kapolsek Tanjungpinang Timur dengan Sumantri Ardi dan temannya, Selasa,(12/6/2012) sore kemarin juga didampingi salah seorang anggota Sat Narkoba Polres Tanjungpinang berinisial Sr yang tidak lain merupakan menantu seorang tokoh masyarakat Kepri.

Kepada batamtoday Sr mengaku, kalau dirinya disuruh dan diperintahkan, mertuanya untuk memediasi dan menyelesaikan permasalahan Sumantri Ardi yang melakukan pemukulan Polisi dan mahasiswa, dengan alasan pelaku mendapat informasi kalau Fansuri dipukul orang.