Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dibayar Rp 1,5 Juta, Pelajar SMP di Batuaji Ini Beri Layanan Terlarang
Oleh : Irwan Hirzal
Jumat | 03-04-2020 | 13:21 WIB
pelajar-batuaji-psk.jpg Honda-Batam
Inilah dua pelajar SMP di Batuaji Batam yang ditangkap polisi karena nyambi menjadi PSK online. (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sejak kegiatan belajar mengajar diliburkan oleh pemerintah karena wabah Covid-19, pergaulan dan kenakalan remaja di kawasan Batuaji Batam dan sekitarnya semakin hari semakin meresahkan warga sekitar.

Kepolisian Batuaji Batam belakangan banyak sekali menerima aduan masyarakat terkait maraknya transaksi prostitusi online yang melibatkan pelajar SMP dan SMA di wilayah Batuaji.

Terbukti, pada Rabu (1/4/2020) lalu, Polsek Batuaji berhasil mengamankan dua pelajar perempuan berinisial AN dan DE yang dijadikan sebagai pekerja seks komersial.

Kedua korban yang masih berusia 15 dan masih berstatus sebagai pelajar SMP itu diamankan karena tertangkap basah saat hendak melayani oknum polisi yang menyamar sebagai pria hidung belang.

Kedua remaja ini bersedia menemani siapa saja di kamar hotel asalkan mendapatkan bayaran Rp1,5 juta.

Polisi juga berhasil menangkap dan menahan sepasang remaja berinisial HK, pria (15) dan No, wanita (16). Pasangan remaja ini disebut sebagai pelaku perdagangan orang karena bertindak sebagai marketing dua remaja yang jadi korban.

"Kedua pelaku ini juga masih berstatus sebagai pelajar," ujar Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe, Kamis (2/4/2020).

Syafruddin Dalimunthe menjelaskan, penangkapan dua pelaku perdagangan manusia ini guna menyelamatkan dua remaja yang dijadikan sebagai PSK. Ia juga mengakui banyaknya laporan warga terkait transaksi prostitusi online yang melibatkan pelajar di wilayah Batuaji.

Transaksi prostitusi online ini semakin marak saat aparat kepolisian dan instansi pemerintah lainnya fokus menangani penyebaran Covid-19.

"Mereka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Kita coba telusuri dan memang benar adanya. Ini akan kami tindak tegas karena pelaku ataupun korban umumnya pelajar aktif semua. Ada yang SMP ada yang SMA," pungkasnya.

Editor: Dardani