PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RSBP Batam Belum Bisa Beri Keterangan Soal Pasien dalam Pengawasan Virus Corona
Oleh : Hendra Mahyudi
Jum\'at | 14-02-2020 | 14:04 WIB
ruang-rsbp-sekupang.jpg honda-batam
Situasi ruang administrasi RSBP BP Batam, Sekupang Batam. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Satu orang pasien observasi atau dalam pengawasan khusus yang berhubungan dengan Covid-19 (virus corona) resmi dibawa ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) BP Batam, Sekupang.

Keterangan resmi, mengenai pasien tersebut dirujuk ke RSBP disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (14/2/2020) siang ini.

Kepada BATAMTODAY.COM, Didi membenarkan bahwa 1 dari 2 orang yang awalnya dilakukan penanganan medis yang sama pada Kamis (13/2/2020) sore, langsung dirujuk ke RSBP Batam di Sekupang, karena yang bersangkutan mengalami batuk, pilek, demam, sesak napas, dan juga radang paru.

"Iya benar, 1 orang pasien WNI telah dibawa ke RSBP (Batam) untuk proses observasi. Sementara 1 orang lagi cuma dikasih health alert card (HAC) karena dia hanya sebatas batuk biasa, tidak ada peningkatan suhu seperti demam, sakit tenggorokan dan pilek," jelas Didi.

Terkait penanganan lanjutan pasien dalam pengawasan tersebut, hingga saat ini BATAMTODAY.COM belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak RSBP Batam.

"Benar ada (pasien) yang dibawa ke sini (RSBP). Saya juga tahu infonya baru tadi pagi, cuman saya belum tau bagaimana kondisi kesehatan pasien tersebut. Coba langsung hubungi humasnya saja," ujar salah seorang staf RSBP Batam, Jumat (14/2/2020).

Namun, Staf tersebut kemudian mengatakan Humas RSBP Sekupang, Wawan Setiawan, saat ini masih sedang menjalani umrah dan belum ada yang bisa dimintai keterangan mengenai penangan pasien.

Diketahui sebelumnya, seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) KKP Kelas I Batam, Romer Simanungkalit, pasien yang saat ini dirawat di RSBP tersebut merupakan WNI yang telah berada di Johor Baharu, Malaysis selama lebih kurang 3 minggu.

"Dia WNI, KTP Pulau Jawa, dan di Johor lebih kurang 3 minggu sebelum balik ke Batam," ujarnya singkat.

Editor: Dardani