PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hari Ini, Ribuan Buruh Batam Demo Tolak RUU Omnibus Law
Oleh : CR3
Senin | 20-01-2020 | 09:29 WIB
demo-buruh11.jpg honda-batam
Ribuan buruh menuju kantor DPRD Batam. (Foto: Pascall Rh)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ribuan Buruh dari sejumlah serikat pekerja di Kota Batam berkumpul di halte Panbil Mukakuning, Kota Batam, Senin (20/1/2020).

Rencananya, para buruh ini akan melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Kota Batam terkait Penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law dan memperjuangkan UMSK Batam tahun 2020.

Omnibus law adalah suatu Undang-Undang (UU) yang dibuat untuk menyasar satu isu besar yang mungkin dapat mencabut atau mengubah beberapa UU sekaligus sehingga menjadi lebih sederhana.

Istilah hukum tersebut belakangan ini sedang marak di Indonesia. Pasalnya, pemerintah Indonesia sedang menyusun omnibus law yang tujuan akhirnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ada tiga hal yang disasar pemerintah, yakni UU perpajakan, cipta lapangan kerja, dan pemberdayaan UMKM.

Pantauan BATAMTODAY.COM di lokasi, sejak pukul 07.30 Wib para buruh tengah duduk berkumpul sambil menunggu rekan-rekan buruh lainnya untuk bersama demo di depan Kantor DPRD Kota Batam dan menyampaikan aspirasi mereka.

Adapun anggota serikat pekerja yang sudah tampak di halte Panbil sebagai titik kumpul adalah anggota FSPMI dan KSPI.

Menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Alfitoni, setidaknya ada lima tuntutan buruh yang akan disampaikan para pendemo hari ini.

"Ada beberapa tuntutan yang akan kita sampaikan, diantaranya, Penolakan RUU Omnibus Law, Penolakan Revisi UU 13/2003 Ketenagakerjaan," kata Alfitoni.

Selain itu, kata Alfitoni, para buruh juga mendesak Walikota Batam, Muhammad Rudi untuk segera memfasilitasi perundingan UMSK Kota Batam, mendesak Anggota DPRD Kota Batam untuk segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan SKPD dan Organisasi Pengusaha terkait permasalahan UMSK serta menyusun dan membahas Raperda Pengupahan.

"Dalam aksi ini, kita juga mendesak agar Walikota Batam dan Angota DPRD Kota Batam agar segera memfasilitasi perundingan antara para buruh dan pihak pengusaha terkait permasalahan UMSK Kota Batam tahun 2020," ujarnya.

Alfitoni menjelaskan, demo yang dilakukan hari ini diikuti dua ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja di Kota Batam.

Dengan dipilihnya halte Panbil sebagai titik kumpul para buruh, arus lalulintas dari arah Mukakuning menuju Batamcenter mengalami kemacetan yang cukup parah.

Hingga berita ini di publish, ribuan buru ini tampak masih bersiap-siap untuk melakukan konvoi kendaraan menuju kantor DPRD Kota Batam untuk menyampaikan aspirasinya.

Editor: Yudha