Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemindahan Ibu Kota, Upaya Pemerataan Pembangunan
Oleh : Opini
Jumat | 17-01-2020 | 14:06 WIB
ibukota-baru2.jpg Honda-Batam
Desain ibukota baru Indonesia. (Foto: Ist)

Oleh Edi Jatmiko

WACANA pemindahan Ibukota di Indonesia rupanya menjadi pembahasan yang serius bagi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Masyarakat pun mendukung rencana pemindahan lokasi Ibu Kota karena akan berdampak positif terhadap pertumbuhan pusat ekonomi baru dan pemerataan pembangunan.

Ketua DPR Bambang Soesatyo, memberikan dukungan kepada pemerintah terkait dengan rencana memmindahkan Ibu Kota. Bambang berharap kebijakan ini bisa meningkatkan perekonomian Indonesia.

Pihaknya juga mengingatkan agar pemerintah dapat melibatkan semua pihak dalam mengkaji kebijakan pemindahan ibu kota ini. Apabila kajian dilakukan secara mendalam, dirinya meyakini bahwa pemindahan ibu kota bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pemindahan Ibukota juga dinilai sebagai upaya menghindari konflik.

Turro Wongkaren selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI menyatakan, dari sisi demografi, Kalimantan Timur memilki indeks pertumbuhan manusia yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, bahkan dengan daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Himpunan Kawasan Industri Indonesia juga mendukung rencana pemerintah tersebut, hal ini dikarenakan Pulau Kalimantan merupakan wilayah yang strategis baik secara geografis maupun ekonomi.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar mengatakan, pemindahan Ibukota dari Pulau Jawa ke Kalimantan secara bertahap akan berdampak positif terhadap pertumbuhan pusat ekonomi baru.

Jika dilihat dari sisi kemaritiman, Sanny menilai bahwa pemindahan Ibu Kota tersebut akan menumbuhkan pusat-pusat pelabuhan dan logistik baru yang sejalan pula dengan konsep pengangkutan barang melalui tol laut yang telah dirintis oleh Presiden Joko Widodo dalam pemerintahannya yang sudah berjalan hampir 5 tahun.

Dari segi sosial politik dan budaya, Sanny mengungkapkan pemindahan Ibu Kota juga dapat menggeser pola pikir yang selama ini berorientasi pada jawa-sentris untuk menjadi Indonesia-sentris dan lebih berorientasi pada upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada kesempatan sidang bersama DPR RI dan DPD RI, Presiden Joko Widodo tidak hanya meminta izin, tetapi juga dukungan dar anggota DPR, para sesepuh, tokoh bangsa dan rakyat Indonesia untuk memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan.

Presiden Joko Widodo juga menyatakan bahwa Ibu Kota tidak hanya simbol identitas bangsa, melainkan juga representasi kemajuan bangsa. Menurut mantan Walikota Surakarta tersebut, pemindaha Ibu Kota dilakukan demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi.

Rencana pemindahan Ibu Kota juga didukung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, dirinya berharap semua proses pemindahan Ibu Kota dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat juga harus menyambut rencana tersebut dengan sukacita.

Dirinya yakin, bahwa keputusan terkait pemindahan Ibu Kota ke pulau Kalimantan tersebut bukanlah perkara sembarangan, karena sudah melalui berbagai kajian dan pertimbangan secara matang.

Sebelumnya, Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Slamet Rosyadi menilai bahwa pemindahan ibukota negara ke wilayah lain bisa memberikan dampak pada pemerataan ekonomi.

Slamet juga mencontohkan, pemisahan kota dagang dan industri dengan ibukota negara akan membawa dampak yang positif.

Seperti Australia. Dimana Canberra sebagai ibukota negara, bukan merupakan kota dagang atau industri. Dari awal Canberra merupakan pusat administrasi pemerintahan. Hal tersebut dimaksudkan supaya warga yang membutuhkan layanan administrasi akan mengalami kemudahan. Tidak perlu bersusah payah karena kemacetan.

Sebagai Daerah Khusus Ibukota, Jakarta tentu saja menjadi magnet yang kuat untuk menarik berbagai aktifitas maupun manusia dari berbagai daerah lain untuk masuk ke Jakarta dengan berbagai maksud dan tujuan.

Kini Jakarta sudah menjadi kota megapolitan, semua pusat kegiatan baik pemerintahan, bisnis, wisata, kuliner dan berbagai macam kegiatan lainnya, semua itu menyatu di Jakarta.

Hasilnya Jakarta dan sekitarnya menjadi sangat sesak dan terbebani,
Sehingga menjadi sebuah pemandangan umum ketika warga Jakarta berangkat menuju tempat kerja sejak selesai shubuh dan kembali ke rumah saat hari mulai gelap.

Kita juga tidak perlu khawatir apabila nantinya Ibu Kota akan Pindah dari Jakarta, meskipun akan ada kekhawatiran ekonomi Jakarta akan melambat. Namun dengan kondisi ekonomi Jakarta dengan perputaran uang yang besar, Kota Jakarta masih tergolong sangat kuat dan mandiri untuk menopang kehidupannya sendiri.*

Penulis adalah pengamat sosial politik