PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Joker Tegaskan APKLI Dukung Penuh Rencana Revitalisasi Pasar Induk Jodoh
Oleh : Nando Sirait
Senin | 02-12-2019 | 18:28 WIB
bukan-bodong.jpg honda-batam
Ketua DPD APKLI Kota Batam, Farizal Joker (kaos Putih Merah) didampingi sekretaris DPD APKLI Batam, Jafrizal. (Foto: Nando Sirait)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Batam, Farizal Joker, membantah adanya sebutan mengenai APKLI gadungan yang dilontarkan para pedagang yang menolak rencana revitalisasi Pasar Induk Jodoh oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Hal ini dilontarkannya, setelah aksi yang dilakukan pada Senin (02/12/2019) pagi di gedung DPRD Kota Batam. Adapun aksi tersebut, diakuinya sebagai bentuk klarifikasi atas narasi yang saat ini terbentuk melalui media massa.

Mengenai penolakan yang kerap mengatasnamakan asosiasi, dan dibantu oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam hal ini LSM Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak).

"Ini adalah aksi sah yang dilakukan oleh APKLI terkait Pasar Induk Jodoh, kami tidak ingin ditunggangi oleh siapapun. Karena kami juga tidak memiliki dana untuk membayar siapapun, baik itu dari LSM maupun orang berkepentingan lainnya," tegasnya saat ditemui di kawasan Pasar Induk Jodoh, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, selama ini baik masyarakat maupun anggota DPRD Kota Batam sudah terjebak narasi yang dibentuk mengenai adanya penolakan revitalisasi, sehingga hal ini menjadi poin utama kedatangan para anggota DPD APKLI Kota Batam, beserta para pedagang aktif.

"Cerita yang selama ini diterima adalah kisah bohong, sehingga kami akhirnya buka suara dan membawa bukti dokumen kepada para anggota DPRD pagi tadi. Dalam aksi tadi, kami juga menegaskan untuk ke depannya, kami menolak anggota DPRD kembali mengundang pihak-pihak yang mengatasnamakan pedagang selain asosiasi ini," paparnya.

Menurutnya, sebagai asosiasi yang resmi dan diakui pemerintah, pihaknya juga telah mengikuti dua kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan DPRD Kota Batam, di mana sesuai dengan data yang dimiliki Pemko Batam.

Pihaknya juga mengakui bahwa para pedagang aktif di Pasar Induk Jodoh sebelumnya tidak pernah melakukan penolakan, bahkan saat ini sudah mulai berjualan di lokasi pasar baru yang ditawarkan Pemko Batam.

"Hanya ada 68 pedagang aktif, yang juga pedagang asli di Pasar Induk sebelumnya. Sekarang sudah menempati lokasi baru, bahkan beberapa juga sudah ada di pasar TPID Pemko Batam. DRPD dan masyarakat harus disadarkan, mana yang asli dan mana yang palsu," tuturnya.

Walau begitu, pihaknya juga memberikan keluhan mengenai pembiaran yang dilakukan Pemko Batam di bekas lokasi penggusuran. Di mana saat ini, banyak pedagang di luar asosiasi yang mulai membuka lapak di lokasi tersebut.

"Apabila Pemko membela mereka, maka kami juga akan menuntut hak yang sama. Kenapa kami dari asosiasi yang sah dan diakui oleh negara, diperlakukan tidak adil," tutupnya.

Editor: Gokli