PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berencana Buka 10 Media Onine

Tarik Investasi dari Amerika, Ketua Kadin Kepri Minta Dukungan Media
Oleh : Redaksi
Sabtu | 21-09-2019 | 16:17 WIB
ketua-kadin-kepri-makruf.jpg honda-batam
Ketua Kadin Kepri Makruf Maulana (berdiri baju putih). (Foto: Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri terus berupaya menarik investor asing, khususnya Amerika Serikat, untuk berinvestasi di Batam, Provinsi Kepri. Karena dengan itu, diharapkan akan dapat kembali menggerakkan perekonomian Batam.

Ketua Kadin Kepri Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan, Kadin Kepri akan mengirimkan utusannya dalam acara KIKAS (Kadin Indonesia Komite Amerika Serikat) di Amerika Serikat.

"Kami sekaligus melakukan promosi investasi ke Amerika," kata Ma'ruf kepada BATAMTODAY.COM, Sabtu (21/9/2019). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ma'ruf dan Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Yustinus.

"Kami akan ke Amerika dalam kunjungan promosi investasi Kadin Provinsi Kepri untuk menarik investasi di Amerika, khususnya yang mau keluar dari China atau yang mau investasi dari Amerika ke Indonesia, khususnya ke Provinsi Kepri," ungkapnya.

Kunjungan Kadin Kepri, di antaranya ke New York, Washington, dan Chicago. "Insya Allah kami akan dapat mendatangkan investor baru. Nanti akan kami sampaikan ke media, perusahaan mana saja yang akan kami datangkan ke Kepri," ujarnya.

Pemilik empat media onine ini juga meminta Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Pemprov Kepri agar menyambut baik investasi yang akan masuk ke Kepri, khususnya Batam.

"Kami berharap kepada pemerintah daerah dan BP Batam tidak menghambat investasi baru yang akan masuk," tegasnya.

Selain itu, Ma'ruf juga menyampaikan pentingnya peran media, sekaligus meminta dukungan media dalam upaya menarik investasi Amerika itu ke Batam. Karena usaha menarik investasi asing dari Amerika itu tidaklah mudah.

"Saya mau kasih tahu saja, kalau menarik investasi itu susah. Jadi media jangan selalu membully. Jadi, kalau nggak diberitakan pun tidak apa-apa, karena saya sekarang sudah punya empat media online. Rencananya akan terus membuka media-media baru hingga sepuluh media online baru," kata Ketua Kadin Kepri itu mengakhiri.

Editor: Gokli